06355544
IQPlus, (5/3) - PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), selaku bagian dari Subholding Gas Pertamina dan Subholding Upstream, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, bekerja sama menerapkan teknologi bahan bakar ganda atau dual fuel pada operasi pengeboran minyak.
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, mengatakan kerja sama tersebut sebagai upaya cost optimization, sekaligus penurunan emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar gas (BBG) pada engine yang menghasilkan listrik di anjungan pengeboran minyak.
PGN Gagas dan Pertamina Drilling mengimplementasikan teknologi Dynamic Gas Blending System (DGBS) dalam operasi pengeboran tersebut.
Santiaji mengatakan selama ini operasional pengeboran minyak dan gas hanya mengandalkan bahan bakar minyak.
Dengan penerapan teknologi DGBS, katanya lagi, operasional pengeboran minyak dapat menggunakan dual fuel, sehingga operasional menjadi lebih fleksibel dan hemat energi.
"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 30 persen," katanya pula.
Santiaji menambahkan efisiensi dan penurunan emisi karbon pada proses pengeboran tersebut akan memberikan kontribusi positif pada upaya pemenuhan energi nasional.
Evaluasi dilakukan berkelanjutan untuk memastikan bahwa skema teknologi tersebut dapat diimplementasikan di area operasi lain, sehingga dampak positif cost optimization semakin meluas.
"Kami mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission melalui pemanfaatan gas bumi untuk proyek-proyek di lingkungan Pertamina Group. Efisiensi dan penurunan emisi karbon pada proses pengeboran juga akan memberikan kontribusi positif pada transisi energi nasional," ujar Santiaji. (end/ant)