27431273
IQPlus, (2/10) - Perusahaan infrastruktur global Black & Veatch resmi dipilih oleh PT PP (Persero) Tbk untuk menyediakan layanan desain teknik terperinci (detailed engineering design) bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Siklus Gabungan (PLTGU) Batam Bintan 1 berkapasitas 120 megawatt (MW) di Pulau Batam.
Proyek strategis milik PT PLN Batam ini dirancang untuk memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi serta industri digital yang melaju pesat di kawasan tersebut. Penunjukan ini semakin memperkuat rekam jejak Black & Veatch yang telah memberikan layanan rekayasa bagi sektor ketenagalistrikan di Indonesia sejak dekade 1970-an. Sebagai wilayah Kawasan Perdagangan Bebas yang terletak strategis di dekat Singapura, Pulau Batam membutuhkan ketahanan energi yang tangguh guna mendukung ekspansi sektor manufaktur, logistik, hingga pusat data (data center).
Senior Vice President sekaligus Head of Asia-Pacific and India Black & Veatch, Jerin Raj, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinamis membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal dan resilien. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan dalam proyek PLTGU Batam Bintan 1 ini menjadi bukti kompetensi teknis dan rekam jejak panjang perusahaan dalam menangani proyek energi kompleks di kawasan Asia Pasifik.
Dalam proyek ini, ruang lingkup pekerjaan Black & Veatch mencakup manajemen rekayasa, pengembangan desain, penyusunan dokumentasi teknis, hingga perancangan detail sistem mekanikal, elektrikal, dan instrumentasi. Selain itu, perusahaan akan menyusun diagram perpipaan dan instrumentasi (P&ID), analisis tegangan, deskripsi sistem, serta filosofi distribusi listrik yang menjadi landasan utama proses konstruksi.
Sementara itu, pihak PT PLN Batam menyambut baik keterlibatan Black & Veatch yang dinilai membawa standar dan pengalaman global. Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Rudi Antono, menegaskan bahwa hadirnya mitra internasional sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan pengembangan pembangkit memenuhi standar kualitas, keselamatan, dan keandalan tinggi.
Rudi menambahkan bahwa keberadaan PLTGU Batam Bintan 1 berkapasitas 120 MW akan menjadi penopang utama dalam menjawab peningkatan kebutuhan listrik dari lonjakan investasi dan pembangunan ekosistem digital di Batam. Kolaborasi antar-pemangku kepentingan diharapkan berjalan lancar demi memberikan manfaat nyata bagi daya saing daerah.
Pengumuman kerja sama ini disampaikan menjelang gelaran Enlit Asia 2026 di Jakarta, di mana para pemimpin industri berkumpul untuk membahas ketahanan energi, resiliensi sistem ketenagalistrikan, serta transisi energi bersih di kawasan Asia Pasifik. Bagi Black & Veatch, proyek ini menambah porsi portofolio mereka di Indonesia yang sejak 1972 telah mendukung pembangunan infrastruktur energi dengan total kapasitas mencapai 20 gigawatt (GW). (end)