23337141
IQPlus, (21/8) - Bank sentral Thailand siap mempertahankan suku bunga kebijakan pada level tertinggi dalam satu dekade minggu ini karena ekonomi mulai membaik. Akan tetapi ketidakpastian tentang pemberian bantuan senilai US$14 miliar dapat memicu gelombang baru tekanan pemangkasan suku bunga.
Mengutip The Business Times, Rabu, 21 Agustus 2024, Paetongtarn Shinawatra, perdana menteri baru dan anggota ketiga klan Shinawatra yang memimpin Thailand, telah berjanji untuk mengangkat negara itu keluar dari 'krisis ekonomi' meskipun ia mengatakan stimulus utama yang dijanjikan oleh pendahulunya perlu dipelajari lebih lanjut.
Seperti perdana menteri yang digulingkan Srettha Thavisin .ia mungkin akan menekan Bank of Thailand (BOT) untuk menurunkan biaya pinjaman. Sementara Paetongtarn belum membuat pernyataan publik apapun tentang BOT sejak memenangkan pemungutan suara parlemen.
Ia mengkritik BOT pada Mei karena menolak seruan Srettha untuk pemangkasan suku bunga. Dirinya menggambarkan otonomi bank sentral sebagai 'hambatan' untuk menghidupkan kembali ekonomi.
.Tekanan pada bank sentral kemungkinan tetap ada selama ekonomi tidak dalam kondisi baik. Pemerintah akan terus mendorong koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter serta akomodasi kebijakan,. kata Kepala Ekonom Siam Commercial Bank Somprawin Manprasert.
Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini tumbuh 2,3 persen pada April hingga Juni dari tahun sebelumnya, laju tercepat dalam lima kuartal. "Namun itu tidak mungkin meredakan tekanan pada BOT untuk memangkas," kata Tamara Henderson dari Bloomberg Economics. (end/ba)