01631412
IQPlus, (17/1) - Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menyebutkan perekonomian Tiongkok tumbuh sekitar 5,2 persen pada 2023. Pencapaian itu melampaui target pertumbuhan resmi pemerintah tanpa perlu bergantung pada stimulus besar-besaran.
"Tahun lalu pada 2023, perekonomian Tiongkok pulih dan bergerak naik dengan perkiraan pertumbuhan sekitar 5,2 persen, lebih tinggi dari target sekitar lima persen yang ditetapkan pada awal tahun lalu," kata Li, dalam penampilan pertamanya sebagai pejabat nomor dua Tiongkok di Forum Ekonomi Dunia tahunan, dikutip dari The Business Times, Rabu, 17 Januari 2024.
"Dalam mendorong pembangunan ekonomi, kami tidak menggunakan stimulus besar-besaran. Kami tidak mencari pertumbuhan jangka pendek sambil mengumpulkan risiko jangka panjang," tambah Li, di Davos.
Li yang merupakan pejabat tingkat tertinggi negara yang dikirim ke Davos sejak Presiden Xi Jinping hadir pada 2017. menggarisbawahi upaya yang telah dilakukan Tiongkok untuk membangkitkan kepercayaan terhadap perekonomian dan pemerintahannya.
Komentarnya muncul sehari sebelum negara tersebut akan melaporkan serangkaian data ekonomi untuk Desember dan 2023, termasuk angka pertumbuhan produk domestik bruto terbaru.
Pernyataan perdana menteri mengkonfirmasi apa yang telah diperkirakan secara luas oleh para ekonom bahwa Tiongkok akan melampaui target pertumbuhan resminya untuk tahun ini, yang ditetapkan pada Maret lalu dalam pertemuan politik tahunan yang penting. (end/ba)