PP PRESISI (PPRE) BUKA SUARA TERKAIT RENCANA LEPAS SAHAM LMA

  • Info Pasar & Berita
  • 29 Mei 2026

14858564

IQPlus, (29/5) - PT PP Presisi Tbk. (PPRE) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada saham perusahaan. Melalui surat resmi yang dirilis Jumat (29/5/2026), manajemen menegaskan kepatuhannya terhadap prinsip keterbukaan informasi di pasar modal.

Sekretaris Perusahaan PT PP Presisi Tbk., Mei Elsa Kembaren, menyatakan bahwa seluruh informasi atau fakta material yang berpotensi memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal telah diungkapkan kepada publik secara transparan.

Salah satu informasi material yang telah disampaikan ke publik adalah rencana pemindahan hak (divestasi) atas saham PPRE pada entitas anak usahanya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA). Keterbukaan informasi awal mengenai rencana ini telah dipublikasikan pada 18 Mei 2026, yang kemudian diikuti dengan detail rencana transaksi material pada 19 Mei 2026.

Mengenai fluktuasi harga saham PPRE yang sempat bergerak signifikan, khususnya pada tanggal 11 Mei 2026, manajemen menyatakan tidak dapat memastikan adanya hubungan sebab-akibat langsung dengan rencana transaksi tersebut.

"PPRE memahami bahwa pergerakan harga saham di pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk namun tidak terbatas pada kondisi pasar, sentimen investor, likuiditas perdagangan, kondisi industri, kondisi makroekonomi, dan faktor eksternal lainnya yang berada di luar kendali perusahaan," jelas pihak PPRE dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, pihak manajemen juga menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang melanggar ketentuan regulasi. Pemegang saham utama PPRE dilaporkan tidak memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan saham mereka setidaknya dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Agendakan RUPS Independen Bulan DepanDalam surat yang sama, PT PP Presisi Tbk. turut memaparkan rencana tindakan korporasi terdekat. PPRE dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Rapat Umum Pemegang Saham Independen serentak pada tanggal 24 Juni 2026.

Salah satu agenda krusial dalam RUPS Independen tersebut adalah permohonan persetujuan dari para pemegang saham terkait rencana pemindahan hak atas saham di PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Pengumuman mengenai pelaksanaan rapat ini telah disampaikan kepada publik sejak 18 Mei 2026 sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku.

Pihak PPRE memastikan tidak ada rencana aksi korporasi lain dalam jangka pendek yang akan memengaruhi pencatatan saham perseroan di bursa. Manajemen berkomitmen akan terus memperbarui informasi secara berkala jika terdapat fakta material baru di kemudian hari demi menjaga transparansi kepada publik dan investor. (end)

Kembali ke Blog