26328026
IQPlus, (20/9) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ikut terlibat dalam menyiapkan strategi menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
"Dunia sekarang ini menghadapi gejolak ketidakpastian, tantangan yang tidak mudah. Semua negara mengalami termasuk kita, bahkan negara maju banyak yang masuk ke jurang resesi, terakhir Inggris masuk ke jurang resesi dan yang kita tahu 96 negara sudah menjadi pasien IMF," katanya pada pembukaan Kongres ISEI XXII dan Seminar Nasional 2024 di Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Oleh karena itu, dikatakannya, saat ini pemerintah fokus pada pasar kerja. Ia mengatakan ke depan terlalu sedikit peluang kerja untuk jumlah tenaga kerja yang sangat banyak.
"Ini yang harus kita hindari, sehingga menurut saya jangan sampai kita terlalu larut dalam situasi global," katanya.
Menurut dia, harus dilakukan perhitungan cermat mengingat pada tahun 2030 Indonesia akan mendapat bonus demografi. Ia mengatakan hal ini bisa menjadi sebuah kekuatan tetapi juga bisa menjadi sebuah beban.
"Inilah tantangan yang paling besar yang akan melompatkan kita menjadi negara maju atau tidak. Sekarang kita fokus membuka lapangan kerja, namun kita juga menghadapi tantangan yang sangat berat, semua negara mengalaminya," katanya.
Ia mengatakan tantangan yang pertama adalah perlambatan ekonomi global.
"Kita tahu 2023 dari World Bank, global hanya tumbuh 2,7. Kemudian 2024 ini diperkirakan hanya muncul angka 2,6, Tahun depan naik sedikit 2,7 tapi masih jauh dari yang diharapkan oleh semua negara,"katanya. (end/ant)