30659435
IQPlus, (3/11) - PT PAL Indonesia (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan teknologi maritim dalam negeri melalui riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 guna mendukung kemandirian teknologi pertahanan nasional.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan keterlibatan industri dalam kegiatan riset menjadi faktor penting agar hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan teknologi nasional.
"Bagi kami, hasil riset harus diterjemahkan menjadi teknologi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan industri," katanya di Surabaya, Selasa.
Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi di Bidang Industri Maritim Indonesia.
Melalui kerja sama itu, kedua pihak membuka ruang kolaborasi dalam riset, pengembangan, dan pemanfaatan hasil inovasi di sektor industri maritim, energi, serta industri proses.
Riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu fokus kerja sama ini sekaligus bagian dari penjajakan pengembangan teknologi propulsi dan energi yang lebih maju dengan mengandalkan kemampuan riset nasional.
Bagi industri galangan kapal dalam negeri, penguasaan teknologi propulsi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan desain, rekayasa, hingga integrasi berbagai sistem pada kapal, sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dari luar negeri.
"Pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri," ujar dia. (end/ant)