PT SBI TARGETKAN EKSPOR 450 RIBU TON SEMEN KE AS AKHIR MEI 2026

  • Info Pasar & Berita
  • 25 Mei 2026

14424943

IQPlus, (25/5) - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menargetkan ekspor sekitar 450 ribu ton semen ke Amerika Serikat (AS) sepanjang 2026 sebagai strategi perseroan memperluas pasar, yang mulai dilakukan akhir Mei.

Direktur Utama SBI Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan ekspor perdana akan dilakukan dari fasilitas dermaga dan produksi terintegrasi di Tuban, Jawa Timur.

"Tahun ini kita mengekspor sekitar 450.000 ton. Jadi bertahap dari mulai bulan Mei akhir ini sampai Desember nanti," kata Rizki dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik perseroan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, volume ekspor tersebut secara bertahap diproyeksikan meningkat hingga mencapai sekitar satu juta ton pada tahun 2027.

Rizki mengatakan ekspor akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Ia memperkirakan kontribusi ekspor dapat mencapai sekitar 10 persen terhadap total pendapatan perusahaan dalam tiga tahun mendatang.

"Ekspor akan jadi salah satu growth engine," ujarnya.

Rizki menjelaskan pasar semen AS masih memiliki kebutuhan impor sekitar 25 juta ton per tahun sehingga membuka peluang bagi produsen semen Indonesia.

Menurut dia, sumber impor semen AS saat ini banyak berasal dari Vietnam dan Turki, sementara kompetitor utama SBI untuk pengiriman ke pasar tersebut adalah Vietnam.

Meski demikian, Rizki menilai selisih biaya logistik dengan Vietnam relatif tidak terlalu besar.

"Perhitungan saya sekitar beda 1-2 dolar AS per ton untuk ongkos angkutnya," ungkapnya.

Ia menambahkan ekspor ke pasar Amerika Serikat tidak semata-mata soal harga, tetapi juga menjadi bukti bahwa kualitas semen produksi Indonesia mampu diterima pasar internasional.

"Itu something yang menurut kita sebagai bangsa Indonesia kita bisa banggakan menurut saya. Kualitas semen yang kita buat di pabrik kami di Tuban bisa diterima oleh pasar Amerika," ucap Rizki.

Direktur Operasi SBI Edi Sarwono menambahkan pabrik Tuban telah melalui proses sertifikasi untuk memenuhi standar pasar AS.

Menurut dia, fasilitas produksi Tuban juga dirancang agar kompetitif dari sisi biaya produksi karena memiliki fleksibilitas penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif.

"Pabrik kami yang di Tuban memang didesain untuk kompetitif secara cost," ujar Edi. (end/ant)

Kembali ke Blog