04852992
IQPlus, (18/2) - Holding Perkebunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo semakin menegaskan perannya sebagai salah satu raksasa perkebunan sawit global yang aktif memimpin transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).
Setelah memulai proyek perdananya di Simalungun, perusahaan kini menyiapkan langkah besar berikutnya dengan membangun 16 pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) secara bersamaan.
Fasilitas ini dirancang untuk mengolah limbah cair yang bersumber dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Pengembangan strategis ini melibatkan PT Renikola sebagai mitra pelaksana dan dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada awal 2027.
Inisiatif tersebut tidak hanya menjadi inovasi dalam pemanfaatan limbah berbasis teknologi, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui penciptaan ribuan Green Jobs.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa pembangunan 16 unit CBG merupakan bagian dari grand strategy perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa PalmCo kini tidak lagi sekadar berfokus pada produktivitas on-farm, melainkan juga mengoptimalkan nilai tambah dari limbah yang dihasilkan.
"Pembangunan 16 pabrik CBG yang terintegrasi dengan 17 PKS kami ini adalah bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan menggandeng PT Renikola, kami mengonversi tantangan lingkungan menjadi peluang energi dan yang terpenting, peluang bagi tenaga kerja lokal," ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta. (end)