PTPP PROYEKSIKAN KONTRAK BARU Rp23,5 TRILIUN PADA 2026

  • Info Pasar & Berita
  • 19 Des 2025

35225383

IQPlus, (19/12) - Perusahaan konstruksi nasional PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memproyeksikan perolehan kontrak baru 2026 di angka Rp23,5 triliun seiring fokus perseroan memperkuat bisnis inti konstruksi dan menata portofolio usaha.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan realisasi kontrak perseroan hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai 92 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.

"Pencapaian kami (tahun ini) perkiraannya 92 persen dari rencana," kata Novel, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PTPP, di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan masih ada sejumlah paket pekerjaan yang menunggu penetapan pemenang maupun mengalami penyesuaian jadwal, sehingga sebagian kontrak berpotensi bergeser ke tahun berikutnya.

Untuk 2026, manajemen juga memproyeksikan pendapatan perseroan berada di kisaran Rp16 triliun, sejalan dengan target kontrak baru yang disiapkan.

"Revenue-nya kurang lebih mungkin sekitar Rp16 triliun untuk tahun depan," ujar Novel.

Perseroan menyatakan seleksi proyek ke depan dilakukan lebih ketat dengan mempertimbangkan risiko proyek, arus kas, dan profitabilitas.

Sebelumnya, manajemen menyampaikan RUPS LB 2025 tidak mengagendakan perubahan pengurus, dengan agenda hanya membahas anggaran dasar serta pengesahan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2026.

Manajemen juga menyatakan perseroan kembali menekankan fokus pada bisnis inti konstruksi, meliputi proyek gedung, infrastruktur, dan engineering, procurement, and construction (EPC).

Selain kontrak baru, PTPP melanjutkan strategi divestasi aset, mencakup PT PP Infrastruktur (PP Infra) serta proyek kereta api Makassar-Parepare.

Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP I Gede Upeksa Negara mengatakan divestasi proyek Makassar-Parepare masih berada pada tahap pemenuhan condition precedent (CP) sesuai kesepakatan sebelumnya.

"Proses pemenuhan CP masih berjalan dan kemungkinan akan berlanjut hingga tahun depan," ujar Gede.

Sementara untuk PP Infra, perseroan melanjutkan pemenuhan CP dan due diligence lanjutan bersama calon investor sebelum masuk ke tahap penandatanganan perjanjian jual beli saham.

Perseroan menyatakan langkah kontrak baru, fokus bisnis inti, dan divestasi aset diarahkan untuk memperkuat fundamental usaha serta menjaga keberlanjutan kinerja perseroan dalam jangka menengah. (end/ant)

Kembali ke Blog