20427718
IQPlus, (24/7) : PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mengumumkan film horor produksi perseroan, Cerita Lila, berhasil menembus satu juta penonton bioskop di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, film tersebut telah meraih 1.000.739 penonton berdasarkan data Cinepoint dan filmindonesia.or.id, sekaligus menjadi film Indonesia ke-15 yang melampaui satu juta penonton sepanjang tahun ini.
Film yang mulai tayang pada 18 Juni 2026 itu disutradarai Bobby Prasetyo dan dibintangi Lutesha, Shareefa Daanish, Myesha Lin, Firzanah Alya, serta Sara Wijayanto. Diadaptasi dari kanal YouTube Diary Misteri Sara yang memiliki lebih dari 11 juta tayangan, Cerita Lila mengangkat tema duka dan trauma keluarga, pendekatan yang mendapat sambutan positif dari penonton.
Menurut perseroan, keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya penjualan tiket, tetapi juga menunjukkan kemampuan RAAM dalam mengembangkan cerita menjadi konten yang mampu menjangkau audiens luas. Model bisnis perseroan mengintegrasikan pengembangan konten, distribusi, hingga operasional bioskop, sehingga potensi pendapatan tidak hanya berasal dari box office, tetapi juga lisensi, layanan streaming, penayangan televisi, dan distribusi internasional.
RAAM menilai capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri perfilman nasional. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, film Indonesia membukukan 80,27 juta penonton pada 2025 dengan pangsa pasar sekitar 60%. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 15 film Indonesia telah menembus satu juta penonton, dengan genre horor menjadi yang paling dominan. Kondisi ini mendukung rencana perseroan untuk memperluas produksi film dan jaringan bioskop.
Di sisi korporasi, RAAM juga tengah memproses pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 5 Mei 2026. Perseroan memperoleh persetujuan untuk menerbitkan hingga 1.362.724.000 saham baru bernilai nominal Rp60 per saham, setara maksimal 20% dari modal disetor, dengan potensi dilusi dibatasi hingga 16,67%.
Dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja untuk pendanaan produksi konten serta penyertaan modal kepada anak usaha PT Platinum Sinema yang berencana membangun 50 bioskop baru. Perseroan menyebut harga pelaksanaan, prospektus final, dan jadwal penawaran masih akan ditetapkan, dengan batas waktu penyelesaian hingga 12 bulan sejak persetujuan pemegang saham.
Direktur Utama RAAM Ram Jethmal Punjabi menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton, sineas, pemain, dan mitra bioskop atas dukungan terhadap Cerita Lila. Menurutnya, penambahan layar bioskop menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap film-film produksi RAAM sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis ke depan.
Selain Cerita Lila, RAAM juga telah menyiapkan sejumlah film dan serial baru yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Perseroan menyatakan pengembangan konten dan ekspansi jaringan Platinum Cineplex, yang kini telah beroperasi di 18 lokasi, akan terus dijalankan sebagai strategi utama untuk mendorong pertumbuhan pendapatan jangka panjang. (end)