04846632
IQPlus, (18/2) - Emiten ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) melaporkan perkembangan terbaru terkait status pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) perusahaan. Hingga periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, perseroan mencatatkan sisa saham hasil buyback yang belum dialihkan masih mencapai 1,16 miliar lembar saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 18 Februari 2026, Direktur RALS, Andreas Lesmana, menyampaikan bahwa sepanjang periode transaksi terakhir, yakni per 31 Desember 2025, tidak terdapat aktivitas penjualan atau pengalihan saham baru. Hal ini membuat posisi akumulasi pengalihan saham perseroan tetap pada angka yang sama dengan periode sebelumnya.
Akumulasi Dana dan Strategi Perseroan
Secara kumulatif, Ramayana telah berhasil mengalihkan sebanyak 27.000.000 lembar saham hasil buyback ke pasar. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan mengantongi total dana sebesar Rp39.779.495.363.
"Jumlah dana yang diperoleh merupakan nilai bersih (nett) yang sudah termasuk biaya transaksi," jelas manajemen dalam laporan tertulisnya.
Meski masih memiliki cadangan saham buyback yang cukup besar, yakni sebanyak 1.164.736.500 lembar, manajemen RALS nampaknya belum akan melakukan aksi pelepasan dalam waktu dekat.
Kendala Harga Pasar
Keputusan perseroan untuk tidak segera melepas sisa saham tersebut didasari oleh kondisi harga saham di pasar modal. Manajemen mengungkapkan bahwa saat ini harga pasar masih berada di bawah harga rata-rata perolehan saat buyback dilakukan.
"Sehubungan dengan nilai rata-rata pembelian saham masih di atas harga market, maka Perseroan belum menentukan opsi pengalihan saham," tulis Andreas Lesmana dalam laporan tersebut. (end)