11346921
IQPlus, (24/4) - Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina menutup tahun 2024 dengan torehan gemilang di sektor hulu migas.
Produksi minyak berhasil mencapai 54,2 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 356,11 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Sementara itu, angka lifting minyak tercatat 54,5 MBOPD dan gas sebesar 231,41 MMSCFD.
Capaian ini tidak lepas dari strategi pengeboran yang agresif, dengan total 31 sumur pengembangan serta optimalisasi reservoir eksisting melalui program well service dan well intervention.
Di sisi eksplorasi, Regional Jawa mencatat temuan sumber daya 2C sebesar 132,34 juta barel setara minyak (MMBOE), melampaui target hingga 152%.
Keberhasilan ini didorong oleh penemuan pada sumur GQY-1 dan EPC-001.
Kegiatan eksplorasi juga diperkuat dengan penyelesaian survei seismik 3D seluas 1.423 km persegi di area Kepuh dan Arwana.
"Cadangan P1 bertambah 47,86 MMBOE dengan prosentase 144 persen dari target," ungkap Plt Direktur Regional Jawa Subholding Upstream, Muhamad Arifin, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Dari sisi kontraktual, Pertamina terus melakukan transformasi, termasuk konversi skema kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) dari gross split ke cost recovery untuk entitas PHE ONWJ.
Sementara itu, komitmen terhadap penggunaan barang dan jasa dalam negeri semakin diperkuat dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 122% dari target.
Aspek keselamatan kerja juga menjadi sorotan.
Sepanjang 2024, Regional Jawa mencatatkan 14.865.081 jam kerja selamat, menunjukkan konsistensi dalam menjaga operasional yang aman.
"2025 akan menjadi momentum akselerasi dalam mewujudkan visi Swasembada Energi yang menjadi bagian dari Asta Cita pembangunan nasional," ujarnya. (end)