REMITRA GLOBAL (MKNT) TAMBAH MODAL RP1,02 TRILIUN, INI RENCANA BISNIS BARUNYA

  • Info Pasar & Berita
  • 15 Sep 2026

25729638

IQPlus, (15/9) - PT Remitra Global International Tbk (MKNT), sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mendapat persetujuan pemegang saham.

RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 tersebut menyetujui enam mata acara. Agenda yang disetujui antara lain penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Sebagian dana tersebut digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru.

Kewajiban kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau sebesar Rp668 miliar dan PT Mantra Capital Persadan sebesar Rp154,925 miliar akan dikonversi menjadi saham. Selain itu, perseroan memperoleh injeksi dana tunai Rp200 miliar dari lima investor independen serta tambahan Rp1,5649 miliar dari PT Mantra Capital Persadan.

Dengan pelaksanaan PMTHMETD tersebut, perseroan menyatakan posisi ekuitas kembali menjadi positif. Kondisi tersebut diharapkan memberikan ruang bagi Remitra Global untuk kembali menjalankan kegiatan operasional dengan struktur permodalan yang lebih sehat.

Pengendali Baru

Perubahan struktur permodalan tersebut turut mengubah kepemilikan dan pengendalian perseroan. Sebagai akibat hukum langsung dari pelaksanaan PMTHMETD, PT Headwell Bintang Energi Hijau menjadi pengendali baru Remitra Global International.

Handoyo Setiawan ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari pengendali baru tersebut. Perubahan ini sekaligus menandai transformasi struktur dan arah bisnis perseroan setelah sebelumnya menggunakan nama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.

Transformasi bisnis juga telah dilakukan perseroan sebelum RUPSLB. Pada 29 Mei 2026, Remitra Global menyelesaikan pengambilalihan dua entitas operasional, yakni PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Malingping.

PT Citra Baru Steel bergerak di sektor manufaktur baja tulangan, sedangkan PT Radja Udang Malingping menjalankan bisnis budidaya tambak udang. Dengan pengambilalihan tersebut, portofolio bisnis perseroan kini mencakup eksposur terhadap sektor manufaktur baja dan perikanan budidaya.

Susunan Manajemen Berubah

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Untuk jajaran Dewan Komisaris, Handoyo Setiawan ditunjuk sebagai Komisaris Utama, Erry Firmansyah sebagai Komisaris Independen, dan Idrus Marham sebagai Komisaris.

Sementara itu, Santoso Widjojo dipercaya sebagai Direktur Utama dan Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur.

Direktur Utama Remitra Global International, Santoso Widjojo, mengatakan RUPSLB menjadi awal dari fase baru perjalanan perseroan.

"RUPSLB hari ini merupakan awal dari babak baru Perseroan. Dengan struktur permodalan yang sehat dan tata kelola yang diperkuat, kami memiliki fondasi yang kokoh untuk melangkah maju," ujar Santoso.

Ke depan, perseroan akan memprioritaskan pelaksanaan seluruh rangkaian aksi korporasi, memperkuat kinerja perusahaan anak, serta memenuhi berbagai komitmen kepada regulator dan mitra bisnis.

Perseroan juga akan mengeksplorasi kegiatan usaha baru yang dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Dengan perubahan nama, pengendali, struktur modal, serta masuknya bisnis baja dan budidaya udang, Remitra Global International menyiapkan transformasi bisnis dan keuangan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. (end)

Kembali ke Blog