09546975
IQPlus, (6/4) - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mencatat perbaikan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025, seiring keberhasilan pelaksanaan restrukturisasi dan transformasi bisnis secara menyeluruh.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, Perseroan menunjukkan tren pemulihan fundamental yang kuat. Hal ini ditopang oleh langkah strategis seperti efisiensi biaya, optimalisasi modal kerja, penataan organisasi, serta akselerasi digitalisasi.
Sepanjang 2025, KAEF berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi Rp6,16 triliun dari Rp6,99 triliun pada tahun sebelumnya. Beban usaha juga turun 12,65% menjadi Rp3,31 triliun. Efisiensi tersebut berdampak pada peningkatan laba bruto yang mencapai Rp3,06 triliun, naik dari Rp2,95 triliun pada 2024.
Di sisi lain, rugi bersih Perseroan berhasil ditekan signifikan sebesar 63,3% menjadi Rp443,36 miliar, dibandingkan Rp1,21 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan pemulihan kinerja yang mulai terlihat, sejalan dengan strategi perbaikan struktur biaya dan fokus pada produk dengan margin lebih tinggi.
Struktur keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan, ditandai dengan penurunan liabilitas jangka pendek menjadi Rp7,06 triliun dari Rp7,91 triliun. Utang bank jangka pendek turut ditekan dari Rp3,06 triliun menjadi Rp1,09 triliun.
Dalam mendukung keberlanjutan bisnis, KAEF menjalankan transformasi berbasis enam pilar utama, yakni ketahanan modal kerja, penguatan SDM, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta sinergi antar-entitas grup.
Perseroan juga memperoleh tambahan pendanaan melalui pinjaman pemegang saham (shareholder loan) sebesar Rp846 miliar yang bersumber dari PT Danantara Asset Management dan disalurkan melalui PT Bio Farma (Persero) sebagai holding BUMN farmasi.
Manajemen menyatakan, dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga likuiditas dan memperkuat struktur keuangan selama proses restrukturisasi berlangsung.
Ke depan, KAEF akan terus memperkuat fokus bisnis pada produk dengan margin tinggi, mempercepat digitalisasi, serta menjaga komitmen dalam menyediakan obat untuk mendukung program pemerintah dan akses layanan kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan sinergi grup dan strategi yang lebih terarah, Perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya di industri kesehatan nasional dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. (end)