RI BERENCANA EKSPOR LISTRIK BERSIH KE SINGAPURA AKHIR TAHUN

  • Info Pasar & Berita
  • 12 Mei 2026

13157467

IQPlus, (12/5) - Indonesia berencana untuk mulai mengekspor listrik bersih ke Singapura paling cepat akhir tahun ini, kata seorang pejabat senior bidang investasi.

Hal ini terjadi seiring kedua negara meningkatkan persiapan untuk pertemuan para pemimpin yang diharapkan dapat memperdalam kerja sama ekonomi.

Pandu Sjahrir, kepala investasi dari dana kekayaan negara Indonesia, Daya Anagata Nusantara, mengatakan bahwa rencana pembangunan tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$30 miliar dan dapat menghasilkan sekitar 3 gigawatt (GW) kapasitas energi terbarukan.

"Kami memperkirakan akan mulai mengekspor listrik terbarukan pada akhir tahun ini, dan inisiatif ini diharapkan menjadi salah satu proyek energi bersih terbesar di kawasan ini," kata Pandu pada hari Senin (11 Mei), seperti yang dilaporkan oleh media lokal.

Dana tersebut sedang mendekati beberapa perusahaan Singapura untuk menjajaki kemitraan pembiayaan untuk proyek tersebut, jelasnya.

Beberapa perusahaan telah memperoleh izin bersyarat dari Otoritas Pasar Energi Singapura untuk proyek impor listrik rendah karbon dari Indonesia, dengan operasi komersial ditargetkan pada tahun 2029 hingga 2030. Salah satu perusahaan tersebut adalah Singa Renewables (Singa), usaha patungan antara RGE dan TotalEnergies.

Selain ekspor ke Singapura, Pandu mengatakan proyek energi terbarukan juga akan mendukung kebutuhan listrik domestik Indonesia karena pemerintah mengejar rencana ambisius untuk membangun kapasitas pembangkit listrik hingga 100 GW dalam beberapa tahun mendatang.

Proyek ini juga diharapkan akan menjadi sorotan utama dalam pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.

Upaya untuk mengekspor listrik ramah lingkungan juga disoroti dalam pertemuan di Jakarta pada hari Selasa antara Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, yang mencerminkan kerja sama energi yang semakin meningkat antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini. (end/bussinesstimes.com)

Kembali ke Blog