05359481
IQPlus, (23/2) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak menguat 85 poin atau 0,504 persen menjadi Rp16.790 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.875 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah dipengaruhi rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV-2025 yang menurun secara year on year (YoY).
"Rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal keempat tahun lalu menurun dari 4,4 persen menjadi 1,4 persen secara YoY, yang disebabkan oleh penutupan pemerintah AS selama 43 hari," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Selain itu, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti AS meningkat menjadi 3,0 persen dari 2,8 persen, tetap di atas target 2 persen bank sentral.
Sentimen lain berasal dari ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif 10 persen pada impor global selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 undang-undang perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan rezim tarif sebelumnya yang lebih luas.
"Pemerintahan kemudian menaikkan tarif menjadi 15 persen, maksimum yang diizinkan berdasarkan undang-undang tersebut, yang meningkatkan kekhawatiran tentang tindakan balasan dan potensi gangguan pada rantai pasokan global. Ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif, serta kemungkinan tantangan hukum dan kongres, menambah volatilitas pasar," ujar Ibrahim. (end/ant)