RUPST IFISHDECO SETUJUI BAGIKAN DIVIDEN Rp50 MILIAR

  • Info Pasar & Berita
  • 20 Mei 2026

13926144

IQPlus, (20/5) - Perusahaan pertambangan nikel PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST) menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp26 per saham atau setara Rp50 miliar untuk tahun buku 2025.

Adapun, divident payout ratio (DPR) perseroan setara 69,32 persen dari laba bersih yang senilai Rp106,5 miliar tahun buku 2025.

"(Laba bersih) sisanya dibukukan sebagai laba ditahan, untuk menambah modal kerja perseroan," ujar Presiden Direktur IFSH Muhammad Ishaq sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Dalam RUPST, para pemegang saham juga menerima pengunduran diri Ryan Fong Jaya selaku komisaris, dan mengangkat Tariani dan Kevin Christianto masing-masing selaku direktur terhitung sejak ditutupnya rapat.

Dengan demikian, susunan direksi dan komisaris perseroan, diantaranya :

Dewan Direksi:

Presiden Direktur : Muhammad Ishaq
Direktur : Leman Suti
Direktur : Agus Prasetyono
Direktur : Iwan Luison
Direktur : Tariani
Direktur : Kevin Christianto
Dewan Komisaris :

Presiden Komisaris/ Komisaris Independen : Prof. Akhmad Syahroza
Komisaris : Oei Harry Fong Jaya
Komisaris : Lina Suti
Komisaris : Michele Mallorie Sunogo
Komisaris Independen : Hongisisilia
Komisaris Independen : Roesmanhadi

"Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan operasional yang berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Ishaq.

Sepanjang tahun 2025, Ifishdeco membukukan pendapatan senilai Rp1,0 triliun, atau tumbuh 2,90 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan itu mendorong laba bersih perseroan tumbuh 6,39 persen (yoy) menjadi senilai Rp106,5 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan kinerja didukung efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang berjalan efektif sepanjang 2025," ujar Ishaq.

Pada 2025, perseroan mencatatkan keuntungan per saham atau earning per share (EPS) sebesar Rp37,51 per lembar saham.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 5,2 persen (yoy) menjadi Rp1,06 triliun pada 2025. Adapun, total liabilitas turun 13,1 persen (yoy) menjadi Rp147,6 miliar dan total ekuitas meningkat 9,0 persen (yoy) menjadi Rp913,1 miliar.

Dari sisi operasional, perseroan mengelola dua komoditas utama, diantaranya nikel dan silika (pasir kuarsa).

Adapun, volume penjualan nikel perseroan mencapai 1,29 juta MT pada 2025, atau mencapai 59 persen dari RKAB 2025. Sementara, volume komoditas silika mencapai 978 ribu MT atau mencapai sekitar 65 persen dari RKAB 2025. (end)

Kembali ke Blog