13230146
IQPlus, (13/5) - Emiten perdagangan batu bara, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), resmi mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Sumber Global Energy Tahap III Tahun 2026 dengan nilai pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp516.890.000.000. Langkah ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan total target dana mencapai Rp1 triliun.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 12 Mei 2026, manajemen menjelaskan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja. Secara spesifik, dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pengadaan batu bara guna memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran kepada pemasok.
Obligasi ini ditawarkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang bervariasi, yakni Seri A senilai Rp79 miliar dengan bunga 9,50% per tahun dan tenor 370 hari, Seri B senilai Rp500 juta dengan bunga 10,00% per tahun dan tenor 2 tahun, serta Seri C senilai Rp500 juta dengan bunga 10,50% per tahun dan tenor 3 tahun.
Sisa dari pokok obligasi sebesar Rp436,89 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort). Adapun untuk bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali, dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 5 September 2026.
Dalam emisi kali ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA- (Single A Minus) dengan prospek stabil kepada SGER. Peringkat ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang cukup kuat, di mana per 31 Desember 2025, SGER mencatatkan total aset sebesar Rp5,64 triliun dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp213,26 miliar.
SGER menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi , sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Jadwal penting penawaran obligasi meliputi masa penawaran umum pada 3 Juni 2026, tanggal penjatahan pada 4 Juni 2026, distribusi obligasi secara elektronik pada 5 Juni 2026, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juni 2026. (end)