SIDO MUNCUL BANTU 20 ANAK JALANI OPERASI BIBIR SUMBING GRATIS DI JONGGOL

  • Info Pasar & Berita
  • 26 Mei 2026

14530449

IQPlus, (26/5) - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melalui lini produk Kuku Bima menggandeng Yayasan Tangan Orang Peduli atau TOP Surabaya dan Rumah Sakit Permata Jonggol untuk menyelenggarakan program operasi bibir sumbing secara gratis bagi 20 pasien anak.

Agenda bakti sosial kemanusiaan ini diadakan sebagai wujud kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan publik sekaligus menyambut hari jadi Sido Muncul ke-75 yang jatuh pada November 2026 mendatang.

Akumulasi sokongan dana kemanusiaan bernilai total Rp355.250.000 berhasil dihimpun dengan rincian bersumber dari kas internal Yayasan TOP Surabaya sebesar Rp200.000.000 serta kontribusi dari Sido Muncul senilai Rp155.250.000. Seremoni penyerahan bantuan secara simbolis dilangsungkan pada Jumat, 22 Mei, bertempat di RS Permata Jonggol, Kabupaten Bogor.

Penyerahan plakat donasi dipimpin secara langsung oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat didampingi perwakilan Yayasan TOP Maya Sari kepada Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS.

Momentum krusial ini turut disaksikan Camat Jonggol Andri Rahman, S.STP., M.Si., jajaran dokter spesialis, aparatur medis, beserta perwakilan keluarga penerima manfaat, sedangkan Ketua Yayasan TOP Surabaya Natalia Soetrisno memantau jalannya acara virtual.

Sinergi perdana antarkedua institusi ini dapat berjalan sukses berkat kepeloporan Rheno Adrian Hidayat, salah satu anggota Yayasan TOP yang bertindak aktif menjembatani jalinan komunikasi dengan manajemen Sido Muncul.

Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menegaskan bahwa baksos ini merupakan bentuk komitmen empati perusahaan dalam memperluas jangkauan fasilitas pemeliharaan medis, khususnya bagi anak-anak dari kalangan rentan miskin.

Berkaca pada histori masa mudanya di usia 21 tahun yang sempat merasakan dinamika tubuh tidak sehat, Irwan memahami betul bahwa setiap ibu pasti merasakan kesedihan mendalam ketika menghadapi kenyataan bayinya lahir dengan keterbatasan fisik.

Irwan mengimbau para orang tua untuk aktif mencari akses informasi medis dan menegaskan pentingnya andil korporasi swasta dalam menambal keterbatasan jangkauan jaminan kesehatan milik pemerintah.

"Saya rasa semua orang tua pasti ingin anaknya dioperasi, cuma bingung bagaimana caranya. Kalau ada yang mengalami bibir sumbing, silakan mendaftar ke rumah sakit atau lewat BPJS. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk membantu warga yang membutuhkan," ujar Irwan.

Irwan melayangkan kekaguman tinggi atas dedikasi kolektif anak-anak muda di dalam Yayasan TOP yang bersedia menyisihkan fokus dan tenaga di tengah rutinitas olahraga raket demi menolong sesama yang membutuhkan.

Penghargaan setinggi-tingginya juga dia sematkan kepada formasi dokter ahli, yakni dokter Selvi, dokter Hilmi, dokter Hengky, dan dokter Sudianto yang secara sukarela menyumbangkan keahlian bedah plastik mereka tanpa menuntut bayaran materiil.

"Jarang ada orang bermain olahraga, mengadakan turnamen, tetapi tetap ingat masyarakat yang membutuhkan. Ini luar biasa. Dokter-dokter ini luar biasa karena mengoperasi tanpa dibayar. Ada dokter Selvi, dokter Hilmi, dokter Hengky, dan dokter Sudianto. Mereka yang sebenarnya paling berjasa. Kalau sudah sembuh, mereka pasti lebih pede. Masa depannya juga mudah-mudahan jadi lebih baik," kata Irwan.

Sido Muncul sendiri berkomitmen memutus efek domino negatif dari kelainan fisik tersebut agar seluruh anak Indonesia dapat tumbuh dengan kuat dan sehat guna mengoptimalkan momentum bonus demografi nasional.

Melalui konsistensi gerakan kepedulian yang terintegrasi sejak tahun 2018 di Kupang, Nusa Tenggara Timur ini, akumulasi jumlah warga kurang mampu yang berhasil dipulihkan kesehatannya secara gratis lewat program Sido Muncul kini telah mencapai total 774 pasien di berbagai pelosok tanah air. (end)



Kembali ke Blog