01027556
IQPlus, (11/1) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) TIS Petroleum E&P Blora Pte. Ltd. mengoptimalkan cadangan gas yang memiliki kadar CO2 sebesar 30 persen.
Sebelumnya, SKK bersama TIS Petroleum berhasil menyelesaikan Proyek Early Production Facility (EPF) RBG Blok-I di Wilayah Kerja Blora, Jawa Timur.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mengatakan pada 12 Desember 2023, proses komisioning gas ke pembeli telah berhasil diselesaikan, diikuti oleh proses kondensat pada 23 Desember 2023.
"Saat ini, Lapangan RBG Blok-I berproduksi sebesar 4 MMSCFD (juta kaki kubik gas per hari) gas dan 35 BCPD (barel kondensat per hari). Keberhasilan dalam melakukan komersialisasi gas dengan kandungan CO2 yang cukup besar memberikan optimisme bagi kami untuk dapat melakukan hal serupa pada lapangan-lapangan lain yang memiliki karakteristik serupa," kata Hudi.
Menurut Hudi, masih ada sejumlah lapangan gas yang belum dioptimalkan karena mengandung kadar CO2 yang cukup tinggi.
"Kami berencana untuk meyakinkan para investor bahwa tidak perlu khawatir. Kami memiliki pengalaman dalam melakukan komersialisasi gas-gas ini sehingga dapat diterima oleh para pembeli di masa mendatang," tuturnya. (end/ant)