08334398
IQPlus, (25/3) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mempercepat upaya hilirisasi industri kelapa sawit nasional setelah libur Lebaran.
Sub Holding PTPN III (Persero) ini bersiap memulai pembangunan fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ia menjelaskan, pembangunan ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem hilirisasi yang tidak hanya fokus pada sektor sawit, tetapi juga terintegrasi dengan sektor lain sesuai arah Danantara.
Meski persiapan telah dinyatakan siap, pelaksanaan groundbreaking masih menunggu keputusan pemegang saham.
Proyek ini ditargetkan dapat segera dimulai dalam waktu dekat setelah periode Lebaran.
"Secara kesiapan kami sudah matang. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, dan kami estimasikan bisa dilakukan pasca-Lebaran ini," katanya.
Menurut Jatmiko, PalmCo kini menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi.
Ia mencontohkan, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG) mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.
"Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Ini yang menjadi dorongan utama kami," ujarnya.
Dalam tahap awal pengembangan, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028.
Fasilitas tersebut mencakup pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun.
Selain itu, PalmCo juga akan mengembangkan fasilitas pengolahan lanjutan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit.
Adapun pembangunan pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun juga akan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional. (end)