17928950
IQPlus, (29/6) - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperoleh fasilitas pinjaman baru dengan nilai total hingga SGD385 juta atau setara sekitar Rp4,9 triliun (asumsi kurs Rp12.800 per dolar Singapura). Fasilitas tersebut terdiri atas term loan senilai maksimal SGD345 juta dan revolving loan hingga SGD40 juta, berdasarkan perubahan dan pernyataan kembali (amendment and restatement) atas perjanjian fasilitas pembiayaan senior yang ditandatangani pada 24 Juni 2026.
Dalam transaksi tersebut, fasilitas pinjaman diberikan oleh sindikasi sejumlah bank yang terdiri atas Bangkok Bank, Bank of China Singapore Branch, DBS Bank, E.Sun Commercial Bank Singapore Branch, Malayan Banking Berhad Singapore Branch, RHB Bank Singapore, Societe Generale Singapore Branch, Taishin International Bank Singapore Branch, serta Natixis Singapore Branch sebagai pemberi pinjaman baru. Sementara itu, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai coordinating bank, mandated lead arranger and bookrunner, agent, serta common security agent.
Fasilitas tersebut diterima oleh tiga entitas anak TBS, yakni Cora Environment Group Pte. Ltd. (CEG), SBT Invest Pte. Ltd., dan Taonga Holdings Pte. Ltd. Seluruh perusahaan tersebut merupakan anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung 100% oleh Perseroan.
Perseroan menjelaskan dana pinjaman akan digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman yang telah dimiliki sebelumnya oleh SBT Invest dan Taonga, sekaligus membiayai modal kerja dan belanja modal (capital expenditure) SBT Invest beserta anak usahanya. Selain itu, SBT Invest juga direncanakan menandatangani perjanjian lindung nilai (hedging agreement) untuk mengelola risiko perubahan suku bunga.
Sebagai bagian dari transaksi, sejumlah anak usaha TBS memberikan berbagai bentuk jaminan, antara lain berupa debenture, mortgage, account charge, serta jaminan saham dan pinjaman pemegang saham. Jaminan tersebut diberikan oleh beberapa entitas, termasuk CEG, CE, CES, AMES, SBT Invest, SBT 1, SBT 2, PT Solusi Bersih TBS, dan Taonga.
Manajemen TBS menyatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi untuk mengoptimalkan struktur pembiayaan grup. Perseroan berharap skema pembiayaan baru tersebut dapat meningkatkan efisiensi biaya pendanaan, memperpanjang tenor pembiayaan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan kewajiban keuangan sehingga mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. (end)