29735322
IQPlus, (24/10) - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 atau Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 PT Bhumi Jati Power (BJP) dalam pengoperasiannya mengadopsi teknologi pembakaran batu bara Ultra-Supercritical (USC), sebagai upaya untuk menekan emisi karbon.
"Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan pengurangan emisi gas rumah kaca," kata Direktur Bhumi Jati Power Boy Gemino Kalauserang di Jepara, Jawa Tengah, Kamis.
Dia menyampaikan bahwa PLTU Jawa 4 atau Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 telah beroperasi secara komersil (Commercial Operation Date/COD) sejak September 2022.
Boy menyebutkan bahwa setelah beroperasi secara komersial, maka pihaknya harus menerapkan secara keberlanjutan atau sustainable
"COD adalah merupakan suatu hal yang penting karena selesainya project development dan masuk ke dalam tahapan COD, ini justru merupakan suatu awal kita untuk beroperasi secara sustainable hingga 25 tahun," ujarnya.
Berbeda dengan pembangkit listrik lainnya, panjutnya, BJP mengadopsi teknologi pembakaran batu bara Ultra-Supercritical (USC), yang merupakan salah satu teknologi terbaik di bidang pembangkit listrik berbahan bakar bat bara.
Ia menuturkan bahwa teknologi USC menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dalam siklus termal uap, sehingga mengurangi konsumsi batu bara dibandingkan dengan teknologi lainnya.
"Jadi di situlah menjadi satu dasar pemikiran bagaimana kami juga penting untuk mengedepankan aspek sustainability dalam beroperasi dalam 25 tahun itu," jelasnya. (end)