THE FED DIYAKINI TUNDA PENURUNAN SUKU BUNGA AKIBAT INFLASI TETAP TINGGI

  • Info Pasar & Berita
  • 15 Feb 2024

04532324

IQPlus, (15/2) - Pengambil kebijakan Federal Reserve yang menunggu lebih banyak bukti pelonggaran tekanan harga sebelum mereka memangkas suku bunga mungkin akan menunggu lebih lama. Hal itu setelah laporan pemerintah menunjukkan inflasi konsumen tetap tinggi pada bulan lalu.

Indeks harga konsumen (CPI) naik 3,1 persen pada Januari dari tahun sebelumnya, turun dari laju 3,4 persen pada Desember namun lebih besar dari perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebesar 2,9 persen. Inflasi inti, yang tidak mencakup harga energi dan pangan, naik 3,9 persen dari tahun sebelumnya untuk bulan kedua berturut-turut.

Mengutip The Business Times, Kamis, 15 Februari 2024, kekakuan tersebut tidak akan menambah keyakinan The Fed bahwa inflasi, yang telah turun dari level tertingginya dalam 40 tahun pada pertengahan 2022, benar-benar berada di jalur menuju sasaran The Fed sebesar dua persen.

Bulan lalu The Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya pada kisaran 5,25-5,5 persen, sejak Juli lalu. Meski Ketua The Fed Jerome Powell mencatat kemajuan, namun ia mengatakan bahwa Maret kemungkinan terlalu dini bagi The Fed untuk memastikan telah memenangkan pertarungan melawan inflasi.

"Jika hal ini dapat mengimbangi inflasi yang tetap tinggi dalam satu atau dua bulan ke depan, kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada Juni (penurunan suku bunga) dan kita mungkin akan melihat pada September," kata Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities Peter Cardillo.

"Ini adalah laporan yang lebih panas dari perkiraan dan merupakan bagian dari apa yang disinggung oleh The Fed ketika mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa inflasi telah dikalahkan," pungkasnya. (end/ba)


Kembali ke Blog