TOWR TETAP PERTAHANKAN PERTUMBUHAN REVENUE 4-6 PERSEN PADA TAHUN 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 28 Agt 2024

24052583

IQPlus,(28/8) - Rencana bisnis organic PT Sarana Menara Nusantara Tbk (SMN atau TOWR) untuk tahun 2024 tetap dipertahankan yaitu pertumbuhan Revenue sebesar 4-6% sebagaimana telah disampaikan sebelumnya. Hal itu disampaikan Aming Santoso, Direktur Utama dan CEO SMN Group dalam acara Public Expose Live, Rabu (28/8).

Aming menjelaskan bahwa perkiraan penambahan revenue ini belum memasukkan hasil dari akuisisi IBST yang angka-angka finalnya sedang dilakukan audit. IBST akan dikonsolidasikan ke dalam angka-angka TOWR terhitung sejak awal 3Q2024 seiring dengan dilaksanakannya akuisisi mayoritas saham IBST pada 1 Juli 2024 yang lalu.

"Pertumbuhan bisnis organik SMN tahun 2024 diperkirakan akan ditopang oleh segmen non-menara terutama FTTH yang diperkirakan bisa mencapai akumulasi 1,6-1,8 juta homes passed pada akhir tahun. Bisnis FTTH ini secara stratejik sangat penting karena mendukung strategi Fixed Mobile Convergence yang dijalankan para operator telekomunikasi dan memberikan kesempatan kami memperluas jaringan fiber optic iForte," katanya.

"Selain itu, kami menemukan sinergi aset serta operasional yang sangat baik antara segmen FTTH, FTTT, Connectivity dan bahkan sinergi ini turut disumbangkan oleh segmen menara. Kesempatan pertumbuhan lain yang berhasil kami capai adalah akuisisi 90.11% saham Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) pada 1 Juli 2024. Dengan nilai akuisisi yang sangat baik, kami akan menambah sekitar 3.300 menara dan sekitar 16.000 km aset fiber optic. Pasca akuisisi, dengan arus kas IBST yang cukup baik telah berhasil dilakukan pelunasan utang bank sebesar Rp 580 miliar serta menurunkan biaya bunga dari sebelumnya pada kisaran 8,5-9,0% per tahun menjadi sekitar 6,5%. Pelaksanaan sinergi aset, kegiatan manajemen serta operasional sedang berjalan sehingga dampak dari sinergi yang optimal akan terlihat di tahun 2025,"tambahnya.

Sebagai informasi, Per 31 Maret 2024, TOWR mencapai jumlah menara sebanyak 31.000, revenue generating FTTT (Fiber to the Tower) sebanyak 186.500 km, 1 juta homes passed untuk FTTH (Fiber to the home) serta 13.500 activation untuk segmen connectivity. Revenue pada periode tersebut mencapai Rp 3.046 milyar, EBITDA Rp 2.545 milyar (EBITDA margin 83,5%) dan Laba Bersih Rp 797.4 milyar. (end)

Kembali ke Blog