28630894
IQPlus, (14/10) - PT Toyota Astra Financial Services (TAF) kembali memperkuat struktur pendanaannya melalui aksi korporasi di pasar modal dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2026.
Berdasarkan prospektus ringkas perseroan, total jumlah pokok obligasi yang diterbitkan pada tahap ini mencapai Rp419.995.000.000 (empat ratus sembilan belas miliar sembilan ratus sembilan puluh lima juta Rupiah).
Penerbitan instrumen utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan V TAF yang menargetkan penghimpunan dana secara keseluruhan hingga Rp5.000.000.000.000 (lima triliun Rupiah). Sebelumnya, TAF telah sukses menerbitkan Obligasi Tahap I sebesar Rp365,21 miliar dan Tahap II sebesar Rp1 triliun pada tahun 2025.
Pada penerbitan Tahap III ini, obligasi offered ditawarkan sebesar 100 persen dari nilai nominal dan terbagi ke dalam dua seri. Obligasi Seri A ditawarkan sebesar Rp378,43 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,00 persen per tahun serta tenor 370 hari kalender, sementara Seri B ditawarkan sebesar Rp41,565 miliar dengan bunga tetap 7,25 persen per tahun dan tenor 36 bulan.
Bunga obligasi akan dibayarkan secara berkala setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, dengan pembayaran bunga pertama yang dijadwalkan jatuh pada 29 Januari 2027. Sedangkan pelunasan pokok obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo, yaitu 9 November 2027 untuk Seri A dan 29 Oktober 2029 untuk Seri B.
Dalam aksi korporasi ini, TAF berhasil memperoleh hasil pemeringkatan AAA(idn) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tertinggi tersebut didukung oleh posisi keuangan perseroan yang solid serta komitmen dukungan yang kuat dari para pemegang saham utamanya, yakni PT Astra International Tbk dan Toyota Financial Services Corporation.
Pelaksanaan penawaran umum obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) oleh empat penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Indo Premier Sekuritas (sekaligus bertindak sebagai Manajer Penjatahan), PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat.
Adapun masa penawaran umum obligasi ini akan berlangsung pada 23-26 Oktober 2026, diikuti tanggal penjatahan pada 27 Oktober 2026, serta distribusi secara elektronik dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masing-masing pada 29 dan 30 Oktober 2026. Seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi akan dipergunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor sesuai lini bisnis utama perseroan. (end)