UBS PANGKAS PERKIRAAN PERTUMBUHAN EKONOMI TIONGKOK AKIBAT KEMEROSOTAN PROPERTI

  • Info Pasar & Berita
  • 29 Agt 2024

24134883

IQPlus, (29/8) - UBS Group menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok di tahun ini dan tahun depan. Keputusan itu diambil dengan alasan kemerosotan pasar properti yang lebih dalam dari perkiraan yang belum menemui titik terendah.

Dengan momentum ekonomi Tiongkok yang menurun sejak Maret di tengah penurunan real estat dan kebijakan fiskal yang ketat, UBS kini memperkirakan produk domestik bruto akan tumbuh 4,6 persen pada 2024, turun dari perkiraan sebelumnya 4,9 persen. Untuk tahun depan, UBS memperkirakan pertumbuhan sebesar 4 persen, turun dari 4,6 persen sebelumnya.

"Kami memperkirakan aktivitas properti yang lebih lemah akan memiliki hambatan yang lebih besar pada ekonomi secara keseluruhan daripada yang diperkirakan sebelumnya, termasuk melalui konsumsi rumah tangga," tulis Ekonom UBS termasuk Wang Tao dalam sebuah catatan, dikutip dari The Business Times, Kamis, 29 Agustus 2024.

Meskipun Tiongkok melonggarkan kebijakannya terhadap pasar properti sejak akhir 2022 termasuk pengurangan persyaratan uang muka, suku bunga hipotek yang lebih rendah, dan pembatasan pembelian rumah yang lebih sedikit namun penerapan langkah-langkah tersebut berjalan lambat, dengan dampak yang terbatas, menurut UBS.

"Fundamental permintaan dan penawaran properti Tiongkok telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan pasar rendah di tengah pertumbuhan pendapatan rumah tangga yang lemah, dan tingkat persediaan tinggi. Sementara penerapan pengurangan stok berjalan lambat," tulis para ekonom.

UBS menurunkan prospeknya untuk sektor properti Tiongkok, dan sekarang memperkirakan pembangunan baru baru akan mencapai titik terendah pada pertengahan tahun 2026. Kemerosotan perumahan Tiongkok tidak menunjukkan tanda-tanda akan berbalik, meskipun laju penurunannya stabil, menurut data terbaru yang diungkapkan awal bulan ini.

Harga rumah turun pada tingkat yang sebagian besar tidak berubah secara bulanan, tetapi turun lebih cepat secara tahunan. Pembangunan rumah baru terus anjlok sekitar 20 persen dari tahun lalu. Krisis telah menyeret turun segalanya mulai dari pasar kerja hingga konsumsi dan kekayaan rumah tangga selama dua tahun terakhir. (end/ba)



Kembali ke Blog