WAKIL PM: SINGAPURA BAKAL TETAP MEMBUKA DIRI DI TENGAH KEKHAWATIRAN PROTEKSIONISME AS

  • Info Pasar & Berita
  • 22 Agt 2024

23436349

IQPlus, (22/8) - Ada kekhawatiran yang berkembang tentang AS yang mengadopsi lebih banyak tindakan proteksionisme dan tidak menjalankan kepemimpinannya dalam perdagangan dan investasi global. Kondisi itu yang membuat negara kecil seperti Singapura semakin penting untuk tetap buka.

Wakil Perdana Menteri (DPM) Singapura Heng Heng Swee Keat mencatat dua bidang utama bagi kedua belah pihak untuk maju di bawah FTA. Satu mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim dan ancaman pandemi di masa depan, dan yang lainnya berkolaborasi pada inovasi yang meningkatkan kehidupan manusia, seperti kecerdasan buatan dan bioteknologi.

Mengutip The Business Times, Kamis, 22 Agustus 2024, Duta Besar AS untuk Singapura Jonathan Kaplan mengatakan dalam sambutannya di konferensi tersebut bahwa FTA AS-Singapura adalah yang pertama dari jenisnya antara AS dan negara Asia mana pun, yang membuka jalan bagi ratusan miliar dolar dalam investasi AS.

Sejak diperkenalkan, perdagangan antara kedua negara telah meningkat tiga kali lipat dari US$83 miliar menjadi US$207 miliar pada 2021. Hingga 2023, sebanyak 5.700 perusahaan AS beroperasi di Singapura, dengan banyak yang menggunakan negara-kota tersebut sebagai pusat mereka untuk kawasan Asia-Pasifik.

Perjanjian tersebut sejauh ini juga merupakan satu-satunya perjanjian AS dengan negara Asia Tenggara. Kaplan menyatakan keyakinannya Singapura dan AS akan terus membangun hubungan yang kuat ini, mengatasi tantangan sekarang dan memanfaatkan banyak peluang di masa mendatang. (end/ba)

Kembali ke Blog