WAMENPERIN MEMINTA SWISS UNTUK MENINGKATKAN INVESTASI DI RI

  • Info Pasar & Berita
  • 13 Mar 2025

07127055

IQPlus, (13/3) - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza meminta Swiss untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

Hal ini menurutnya dikarenakan neraca perdagangan Indonesia-Swiss mengalami tren fluktuatif dari 2022 hingga 2024.

"Ekspor Indonesia ke Swiss turun 26,05 persen menjadi 210,4 juta dolar AS pada 2024 dari 284,5 juta dolar AS pada 2023. Kemudian, impor dari Swiss ke Indonesia naik 10,27 persen menjadi 827,4 juta dolar AS pada 2024 dari 750,4 juta dolar AS pada 2023," kata Wamen Riza dalam acara 'Kolaborasi Industri antara Indonesia-Swiss: Optimalisasi Potensi Investasi Sektor Manufaktur di Indonesia' di Jakarta, Rabu.

Sepanjang 2024, lanjut Riza, ekspor Indonesia ke Swiss didominasi oleh tiga produk utama, yakni barang perhiasan, perangkat telepon, dan emas. Sementara itu impor Indonesia dari Swiss meliputi emas, jam tangan biasa, dan jam tangan dari logam mulia.

Karena itu, untuk meningkatkan daya saing kedua negara, ke depannya Wamenperin berharap pemerintah Swiss terus meningkatkan investasi di Indonesia.

Saat ini, Swiss dengan nilai investasi 244,9 juta dolar AS, berada di peringkat ke-19 dalam daftar Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia, jauh di bawah Singapura, Hong Kong, China, Malaysia, dan Jepang.

"Untuk meningkatkan investasi, pemerintah telah memperkenalkan sejumlah insentif fiskal untuk menarik investor, termasuk tax holidays, tax allowances, investment allowances, dan super deduction tax untuk sekolah kejuruan dan R&D," ujarnya. (end/ant)


Kembali ke Blog