01125743
IQPlus, (12/1) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Danantara melakukan Serah Terima 600 Hunian Sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Aceh.
Managing Director Hubungan Antarlembaga BPI Danantara Rohan Hafas mengatakan penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menghadirkan hunian sementara yang layak dan aman. Hunian ini juga mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana.
"Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Rohan Hafas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan wujud kolaborasi antara Danantara, pemerintah, dengan BUMN Karya dalam membantu pemulihan usai bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Pengerjaan hunian ini pun dipercepat agar bisa segera digunakan oleh masyarakat terdampak.
"Pembangunan huntara terus dilakukan selama 24 jam tanpa kenal lelah demi memulihkan kembali daerah Aceh. Dalam waktu enam hari Waskita berhasil menyelesaikan puluhan rumah hunian, ini membuktikan upaya gerak cepat Waskita Karya sebagai garda terdepan dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ujar Muhammad Hanugroho atau disapa Oho.
Selain mengerjakan bangunan hunian berukuran 4,5x4,5 meter (m), Waskita juga membangun unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) serta Sistem Pengolahan Air Limbah atau Sewage Treatment Plant (STP). Ada pula musholla berukuran 9x13,5 m dan tempat wudu seluas 6,6x13 m.
Kawasan huntara juga dilengkapi dengan dapur umum seluas 8x19 m. Kemudian disediakan bangunan toren, drainase precast, beserta Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP).
"Meski ini hunian sementara, namun Waskita tetap memperhatikan standar kelayakan dan kualitas bangunan. Huntara dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat yang aman, dengan struktur yang disiapkan kokoh serta utilitas dasar yang dirancang berfungsi saat ditempati. Harapan kami warga yang tinggal di sana merasa nyaman dan dapat mulai menjalani aktivitas sehari-hari," kata Oho
Ia melanjutkan perseroan turut membangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan Huntara. Tujuannya agar konektivitas masyarakat dan distribusi logistik bisa berjalan lancar.
Waskita Karya, kata dia, terus berkomitmen mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang.
Komunikasi sekaligus koordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, juga diperkuat guna membangkitkan wilayah tersebut.
Kini Waskita juga sedang mengerjakan huntara di kawasan Aceh Utara mencakup Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan, serta Leuobok Meuku.
Rencananya sebanyak 314 rumah hunian dibangun guna menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat pada masa darurat usai bencana.
"Kami terus berdoa agar seluruh warga yang terkena bencana bisa segera pulih dan menata hidupnya kembali. Duka ini bukan hanya milik Aceh atau Sumatra, tapi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Oho. (end/ant)