13230881
IQPlus, (13/5) - Emiten transportasi PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menetapkan target pertumbuhan pendapatan yang cukup konservatif untuk tahun buku 2026. Perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan di kisaran 5% hingga 8% sepanjang tahun berjalan, di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sektor pariwisata yang belum sepenuhnya pulih ke level pra-pandemi.
Manajemen mengungkapkan bahwa pada Kuartal I-2026, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sebesar 86% secara tahunan (YoY). Lonjakan ini didorong oleh momentum Lebaran, di mana arus mudik dan balik terjadi dalam satu bulan yang sama. Meski demikian, manajemen menekankan perlunya perbaikan struktural pada kuartal-kuartal berikutnya untuk menjaga tren positif tersebut.
Strategi Diversifikasi dan Ekspansi Terukur
Menyikapi penurunan utilisasi pada segmen bus charter akibat kebijakan anggaran dan larangan perjalanan wisata, WEHA mulai mengalihkan fokus bisnisnya. Perseroan berencana mengurangi porsi layanan bus pariwisata dan beralih ke segmen yang lebih stabil, seperti transportasi untuk sektor oil and gas serta angkutan pemukiman.
"Untuk segmen bus, penambahan armada akan dilakukan secara selektif dan dikaitkan langsung dengan perolehan proyek jangka panjang," tulis manajemen dalam laporannya. Di segmen intercity shuttle, perusahaan justru lebih agresif dengan rencana penambahan sekitar 30 unit armada hingga Kuartal III-2026, yang didukung alokasi belanja modal (Capex) sebesar Rp20-21 miliar.
Mitigasi Risiko BBM dan Kendaraan Listrik
Terkait volatilitas harga bahan bakar, WEHA saat ini masih mengandalkan solar bersubsidi untuk armada plat kuningnya. Namun, sebagai langkah mitigasi jangka panjang, perseroan berencana melakukan uji coba (trial) penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) pada tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi sekaligus meningkatkan keberlanjutan operasional perusahaan.
Optimisme di Tengah Tantangan
Selain transportasi, WEHA terus mengembangkan lini bisnis DayMall. Meski kontribusinya masih kecil, layanan same day delivery untuk segmen makanan dan paket non-makanan seperti suku cadang dan dokumen menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada Kuartal II. Dengan kombinasi penyesuaian harga strategis dan efisiensi pada rute-rute gemuk, manajemen optimis tingkat margin laba kotor akan membaik. Perusahaan berharap kinerja keseluruhan tahun 2026 akan melampaui capaian tahun 2025. (end)