15225069
IQPlus,(2/6) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menyampaikan, progres pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 19,35 persen.
Capaian ini melampaui progres rencana sebesar 18,29 persen sehingga mencatatkan deviasi positif sebesar +1,6 persen. Adapun proyek ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2027.
"Saat ini, pekerjaan proyek masih berjalan secara paralel di berbagai segmen. Beberapa pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi pekerjaan geotekstil, timbunan tanah, struktur Multi Utility Tunnel (MUT), struktur box culvert, struktur jembatan, rigid pavement, serta pekerjaan saluran drainase," kata Corporate Secretary WIKA Ngatemin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menuturkan, progres tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam menjaga kualitas, produktivitas, dan ketepatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
"WIKA terus memastikan pelaksanaan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif berjalan sesuai target melalui penguatan koordinasi, penerapan metode kerja yang efektif, serta pengendalian mutu dan biaya secara berkelanjutan. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, WIKA juga menerapkan sejumlah inovasi dan metode konstruksi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta efisiensi pekerjaan.
Inovasi tersebut antara lain pemanfaatan Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry untuk mempercepat akuisisi data konstruksi dengan tingkat presisi tinggi.
Selain itu, Perseroan menerapkan metode Sliding Formwork pada pekerjaan Multi Utility Tunnel (MUT) guna meningkatkan efisiensi pelaksanaan konstruksi.
Pada pekerjaan struktur, digunakan sistem Cooling Pipe pada pengecoran pile cap mass concrete untuk mengendalikan temperatur beton, mengurangi risiko retak termal, dan meningkatkan kualitas struktur.
Proyek ini juga mengimplementasikan teknologi Load Scanner untuk memantau volume material yang masuk dan keluar secara digital, sehingga mendukung akurasi pengukuran, transparansi data, dan efektivitas pengendalian material di lapangan.
Di tengah dinamika pelaksanaan proyek, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya harga material konstruksi yang dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global. (end)