17225470
IQPlus, (22/6) - Strategi diversifikasi pasar yang dijalankan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mulai menunjukkan hasil positif. Setelah mengalami tekanan akibat pelemahan permintaan dari Amerika Serikat sepanjang 2025, produsen furnitur dan komponen bangunan ini optimistis dapat kembali mencatatkan pertumbuhan pada tahun 2026.
Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5-10 persen tahun ini dengan mengandalkan ekspansi pasar ke Eropa dan Timur Tengah serta peluncuran sejumlah produk baru.
Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno, mengatakan target tersebut disusun secara hati-hati mengingat kondisi ekonomi global dan situasi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.
"Kami tetap optimistis karena ada beberapa sumber pertumbuhan baru yang mulai berkembang, terutama dari pasar nontradisional dan pengembangan produk baru," ujarnya dalam Paparan Publik perseroan secara virtual, Jumat (19/6/2026).
Pada 2025, WOOD membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,63 triliun, turun 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,79 triliun. Pelemahan pendapatan tersebut berdampak pada penurunan laba usaha sebesar 23,8 persen menjadi Rp289 miliar.
EBITDA juga turun 19,2 persen menjadi Rp383 miliar, sementara laba bersih tergerus hingga 57,6 persen menjadi Rp65 miliar dibandingkan Rp155 miliar pada 2024.
Menurut Wang, penurunan kinerja terutama disebabkan melemahnya permintaan dari pasar Amerika Serikat yang selama ini menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Sepanjang tahun lalu, penjualan ke AS turun 14,2 persen menjadi Rp2,16 triliun atau setara 82,2 persen dari total penjualan perseroan.
Meski demikian, kondisi tersebut berhasil diimbangi oleh pertumbuhan bisnis komponen bangunan atau building component yang kini menjadi motor utama perusahaan. Segmen tersebut tumbuh 13,8 persen menjadi Rp2,24 triliun dan memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan.
Sebaliknya, bisnis manufaktur furnitur mengalami kontraksi cukup dalam dengan penjualan turun 52,9 persen menjadi Rp358,5 miliar. Di tengah perlambatan pasar Amerika, WOOD justru mencatat lonjakan signifikan di kawasan Eropa.
Sepanjang 2025, penjualan ke Eropa meningkat 654 persen menjadi Rp242,1 miliar.
Kinerja positif itu berlanjut pada kuartal pertama 2026. Penjualan ke Eropa melonjak 2.133 persen menjadi Rp112,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain Eropa, pasar domestik juga mulai menunjukkan tren pemulihan. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan dalam negeri meningkat 634 persen menjadi Rp31,6 miliar.
"Kami melihat tren yang cukup positif pada awal tahun. Karena itu kami tetap menargetkan pertumbuhan meski dengan pendekatan yang konservatif. Tahun ini kami harapkan ada growth 5-10 persen," kata Wang.
Secara keseluruhan, pada kuartal I-2026 WOOD membukukan penjualan Rp722,4 miliar dengan laba bersih Rp28,62 miliar. Segmen ekspor building component menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penjualan Rp631,05 miliar atau sekitar 85,35 persen dari total pendapatan.
Untuk memperkuat pertumbuhan, perusahaan akan memperluas portofolio produk melalui peluncuran flooring dan outdoor furniture yang dinilai memiliki potensi pasar besar serta siklus penjualan yang lebih cepat.
Perseroan juga terus menjalankan program efisiensi operasional dan optimalisasi bisnis guna menjaga margin keuntungan di tengah kondisi pasar yang masih menantang.
"Kami akan terus memperkuat pasar yang sudah ada sekaligus membuka peluang di kawasan baru agar kinerja perusahaan dapat tumbuh lebih berkelanjutan," pungkas Wang. (end/ahd)