29734880
IQPlus, (24/10) - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menyatakan jargon "Kaltim Green" yang sejak lama diusung Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari subsektor perkebunan.
"Pemprov Kaltim menetapkan lima komoditas perkebunan unggulan yang kini terus dikembangkan, yakni komoditas kakao, karet, kelapa sawit, lada, dan kelapa bulat, dengan pengelolaan perkebunan berkelanjutan," kata Manajer Senior Program Terestrial YKAN Niel Makinuddin di Samarinda, Kamis.
Pihaknya memberi apresiasi tinggi terhadap pembangunan perkebunan berkelanjutan, karena selain untuk mendongkrak perekonomian juga untuk mempertahankan kawasan hijau, termasuk sebagai perlindungan pada Area Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) untuk kelestarian keanekaragaman hayati dan lanskap perkebunan.
Jika perkebunan dikelola secara profesional dan menghasilkan produk hulu hingga hilir berkualitas tinggi, tentu memiliki peluang besar masuk pasar ekspor, karena bahan pangan dan turunan dari perkebunan dibutuhkan setiap negara, sehingga ke depan bisa mengungguli ekspor batu bara.
"Bayangkan suatu saat nanti masyarakat lebih mengenal kelapa bulat, kakao, karet Kaltim yang menjadi andalan ekspor ketimbang batu bara. Apalagi saat ini ekspor kelapa sawit makin meluas meski perlu terus dilakukan hilirisasi," kata Niel. (end/ant)