34446019
IQPlus, (10/12) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa ASEAN menjadi kawasan yang relatif stabil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Selain itu, perekonomian ASEAN menunjukkan kinerja positif dalam satu dekade terakhir dengan pertumbuhan rata-rata 4-5 persen serta menjadi perekonomian terbesar ke-5, eksportir terbesar ke-4, dan pada 2022 lalu menjadi tujuan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terbesar ke-2. Situasi politik yang stabil ini dapat meyakinkan lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.
"Di tengah ketidakpastian, kita baru-baru ini mendengar Perang Gaza belum berakhir, kemudian juga Ukraina-Rusia masih panas, dan terakhir perubahan (pemerintahan) di Suriah yang juga kita belum tahu siapa yang akan meng-govern di sana, yang memimpin pemerintahan di sana. Namun di tengah ketidakpastian, ada satu wilayah yang selama dua dekade relatif aman, yaitu Indo-Pasifik. Dan di Indo-Pasifik, ASEAN menjadi kerja sama regional yang paling stabil dan hampir seluruh negara," kata Airlangga dalam acara Bisnis Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Selasa.
Airlangga menekankan bahwa ASEAN telah menjadi model kerja sama regional yang stabil, dengan pertumbuhan ekonomi anggotanya rata-rata sekitar 4 persen. Dengan populasi sekitar 600 juta, ASEAN membuat wilayah Indo-Pasifik lebih "dingin" di tengah panasnya tensi global antara Timur dan Barat, termasuk perang dagang China-Amerika.
Kemudian, di tengah semakin kompleksnya dinamika geopolitik, Airlangga tetap mewaspadai adanya perbedaan pendekatan kebijakan perdagangan antara negara-negara ASEAN dan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang baru terpilih.
Pendekatan ASEAN yang mengedepankan kerja sama multilateral, menurutnya, diperkirakan bakal kurang cocok dengan gaya kepemimpinan Trump yang cenderung memprioritaskan hubungan bilateral antaranegara.
"Kita ketahui bahwa the new president (Trump) di Amerika lebih menghargai bilateral daripada multilateral. Tetapi negara-negara ASEAN percaya bahwa multilateral akan membawa kesejahteraan bersama. Nah, ini merupakan tantangan-tantangan yang ada ke depan," jelasnya. (end/ant)