AIRLANGGA PAPARKAN TIGA MESIN EKONOMI GUNA PERTAHANKAN PEREKONOMIAN

  • Info Pasar & Berita
  • 22 Des 2023

35551273

IQPlus, (22/12) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada tiga mesin ekonomi yang perlu dimaksimalkan guna mempertahankan ketangguhan ekonomi Indonesia pada 2024 mendatang.

Pertama, perlunya merevitalisasi mesin ekonomi konvensional seperti memperbesar investasi baru serta meningkatkan ekspor. Untuk itu, pemerintah segera membuka pasar lebih luas dengan segera menyelesaikan perundingan dagangan European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

"Untuk itu pemerintah segera membuka pasar yang lebih luas, di antaranya melalui penyelesaian perundingan dagang investasi EU-CEPA, CPTPP, kita juga menyasar pasar Amerika Latin, serta segera menjadi bagian dalam OECD," kata Menko Airlangga dalam Seminar Nasional Perekonomian Outlook Indonesia di Jakarta, Jumat.

Kedua, Menko Airlangga menjelaskan bahwa saat ini perlu memaksimalkan mesin ekonomi baru yang berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan digital di masa depan. Hal tersebut mencangkup penerapan digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai sektor ekonom seperti pertanian, manufaktur, kesehatan dan transportasi.

Ia memberikan contoh industri semikonduktor yang ke depan akan menjadi fokus Indonesia. Hal itu mengingat saat ini kebutuhan akan semikondutor untuk berbagai industri teknologi di dunia tengah meningkat.

"Indonesia perlu masuk dalam rantai nilai semikonduktor global. Indonesia menjadi salah satu negara yang terpilih dan dipromosikan untuk masuk dalam ekosistem downstreaming semikonduktor. Kita sudah memulai kerja sama dengan pemerintah dan perusahan dari AS, Taiwan, Jepang dan Korea dalam pengembangan SDM, manufaktur serta R&D," jelasnya.

Selain itu, ekonomi baru baru juga dapat dimaksimalkan dalam sektor ekonomi hijau dan energi baru terbarukan (EBT). Dalam hal transisi energi untuk mencapai emisi nol bersih (NZE), Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama termasuk 24 nota kesepahaman terkait EBT.

Ketiga, Menko Airlangga menyebutkan adanya mesin ekonomi pancasila, yaitu mesin ekonomi yang berkeadilan. Mesin ekomi tersebut akan menjaga kesinambungan sosial ekonomi yang pada akhirnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas. (end)

Kembali ke Blog