APRISINDO MINTA DEN DOBRAK PASAR BAGI PRODUK GARMEN DAN ALAS KAKI

  • Info Pasar & Berita
  • 21 Feb 2025

05151634

IQPlus, (21/2) - Ketua Bidang Perdagangan Internasional Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Devi Kusumaningtyas meminta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mendobrak pasar Uni Eropa untuk produk garmen dan alas kaki Indonesia .

"Kita menyampaikan ke Pak Luhut supaya bisa membuka pintu pasar juga Uni Eropa. Kalau sekarang Amerika kan, mungkin sekarang mereka it's not reliable trading partner. Mungkin yang lebih predictable, yang selalu menjalankan komitmennya Uni Eropa," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Dalam hal akses pasar, pemerintah Indonesia disebut baru saja menyelesaikan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) dengan Kanada. Hal ini dilakukan guna membuka akses pasar produk Indonesia semakin luas di Amerika Utara.

Selain perdagangan barang, perjanjian ini juga akan memberikan preferential treatment bagi penyedia jasa Indonesia, termasuk untuk sektor jasa bisnis, telekomunikasi, konstruksi, pariwisata, dan transportasi.

Untuk investasi, perjanjian ini akan mempermudah akses investasi di sektor manufaktur, pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan dan penggalian, serta infrastruktur energi.

Perjanjian ini juga mencakup komitmen lainnya, yaitu hak kekayaan intelektual, praktik regulasi yang baik, niaga elektronik (e-commerce), persaingan usaha, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pemberdayaan ekonomi perempuan, lingkungan, dan ketenagakerjaan.

"It's a good thing. Lalu, yang memang kita perlu lagi juga mungkin free trade agreement yang lain. Sekarang kan lagi dibahas dengan Uni Eropa juga, itu sudah 9 tahun perjalanannya (penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA), cuma kan sampai sekarang juga masih belum diselesaikan," ungkap Devi. (end/ant)





Kembali ke Blog