34133214
IQPlus, (8/12) - Deputi kelompok negara-negara ASEAN+3 sepakat untuk membentuk fasilitas pinjaman regional baru. Upaya itu untuk menanggapi keadaan darurat di kawasan ini di tengah meningkatnya ketidakpastian atas perlambatan ekonomi global dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Pengelompokan ASEAN+3 menandai Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sebagai Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Pertemuan ini diketuai bersama oleh Jepang dan Indonesia untuk tahun ini.
"Para deputi menyetujui pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat (RFF) dan pada prinsipnya modalitasnya seperti di bawah ini untuk disetujui oleh para menteri dan gubernur pada Mei 2024," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Business Times, Jumat, 8 Desember 2023.
"Para deputi selanjutnya sepakat untuk membahas secara bersamaan cara-cara memasukkan mata uang yang dapat digunakan secara bebas untuk RFF," bunyi pernyataan yang dirilis setelah pertemuan dua hari kelompok tersebut di Kota Kanazawa, barat laut Tokyo.
Fasilitas baru ini dimaksudkan untuk melengkapi jaringan pertukaran mata uang multilateral yang sudah ada yang dikenal sebagai Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) yang dapat digunakan pada saat krisis. Ini akan ditempatkan di bawah payung CMIM, kata para deputi dalam pernyataannya.
"CMIM diciptakan oleh kita semua demi stabilitas keuangan. Namun kami menyesal, mereka tidak pernah dimobilisasi bahkan di tengah pandemi covid-19," kata Masato Kanda, Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional.
"Anda tidak pernah tahu kapan bencana alam atau pandemi bisa terjadi. Negara-negara anggota sangat menginginkan fasilitas yang dapat memenuhi permintaan neraca pembayaran dalam situasi seperti ini," pungkasnya. (end/ba)