06234934
IQPlus (4/3) - Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai solusi finansial.
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih luas dan layanan keuangan yang solutif.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto, menegaskan bahwa sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri memiliki peran aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.
Oleh karena itu, bank ini menghadirkan beragam solusi keuangan guna mendukung akses permodalan bagi petani dan pelaku UMKM di sektor pertanian.
"Sebagai wujud komitmen dalam mendukung sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program prioritas Asta Cita Pemerintah. Bank Mandiri terus mengakselerasi akses finansial bagi petani melalui berbagai strategi dan solusi inovatif. Dengan penguatan ekosistem pertanian serta sinergi yang erat dengan pemerintah, kami berupaya memastikan petani dapat lebih produktif dan berdaya saing," ujar Aquarius.
Hal itu disampaikannya dalam acara panen raya bersama Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Ngawi, Jawa Timur, Senin (3/3).
Sebagai langkah konkret dalam mendukung sektor pertanian, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan bersubsidi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dari total penyaluran KUR sebesar Rp37,5 triliun kepada lebih dari 352 ribu pelaku UMKM sepanjang tahun 2024, sebanyak 29,5% disalurkan khusus untuk sektor pertanian.
Tak hanya memberikan akses permodalan, Bank Mandiri juga turut membangun ekosistem usaha bagi petani dengan mendirikan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT). Saat ini, SPBT telah dibangun di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.
Program ini menerapkan pendekatan bisnis profesional dengan melibatkan gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga keuntungan yang diperoleh dapat kembali dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani.
Dikelola oleh PT Mitra Bumdes Nusantara (PT MBN), SPBT telah meningkatkan pendapatan lebih dari 11.000 petani dengan total manfaat mencapai Rp12,5 miliar. Selain itu, program ini memastikan beras yang dihasilkan dapat terserap pasar dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga memberikan keuntungan lebih bagi petani.(end)