BANK MANDIRI RAIH PIAGAM PENGHARGAAM DARI MENTERI PDT

  • Info Pasar & Berita
  • 20 Jan 2026

01937854

IQPlus, (20/1) - Bank Mandiri konsisten menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah desa.

Berbagai program pemberdayaan terus dilakukan untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi berupa Piagam Penghargaan pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Boyolali, akhir pekan lalu.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto kepada Bank Mandiri atas kontribusi aktif dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.

SVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Hendrianto Setiawan mengatakan, piagam ini menjadi pengakuan atas upaya jangka panjang dan berkelanjutan perseroan dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui integrasi pembiayaan, pendampingan usaha, dan pengembangan ekosistem keuangan yang terintegrasi.

"Penghargaan ini menjadi refleksi komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir di desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung, sekaligus mendorong desa sebagai sumber pertumbuhan baru melalui sinergi program, akses keuangan, dan penguatan kapasitas masyarakat," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (19/1).

Hendrianto pun menambahkan, untuk memastikan dampak pemberdayaan desa berjalan terukur dan berkelanjutan, Bank Mandiri mengimplementasikan berbagai inisiatif yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Melalui program Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri (BMRI) telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa. Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa.

Hingga saat ini, manfaat program dirasakan oleh 800 penerima pemberdayaan masyarakat desa, 500 penerima program penanggulangan stunting, 350 penerima peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.(end)

Kembali ke Blog