07539619
IQPlus, (17/3) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai fantastis mencapai Rp1,17 triliun. Langkah strategis ini diambil guna menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dengan fundamental bank, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap prospek jangka panjang perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, dana sebesar Rp1.170.000.000.000 tersebut sudah mencakup biaya transaksi, termasuk komisi perantara pedagang efek. Manajemen menegaskan bahwa seluruh pendanaan bersumber dari kas internal, tanpa menggunakan dana hasil penawaran umum maupun pinjaman dalam bentuk apa pun.
Target dan Jadwal Pelaksanaan
Rencana besar ini dijadwalkan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 April 2026. Jika disetujui, periode buyback akan berlangsung selama 12 bulan, terhitung sejak 30 April 2026 hingga 29 April 2027."Perseroan berkeyakinan bahwa pembelian kembali tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, karena kami memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup," tulis manajemen dalam laporannya.
Program Kepemilikan Saham Karyawan
Menariknya, saham hasil buyback tersebut tidak akan dimusnahkan, melainkan dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai, direksi, dan dewan komisaris. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterikatan (engagement) serta mendorong keberlanjutan peningkatan kinerja perseroan dalam jangka panjang.Untuk kategori pegawai, saham akan diberikan secara selektif kepada top talent dan value creator. Sementara bagi jajaran Direksi dan Komisaris Non-Independen, pemberian dilakukan berdasarkan kriteria kinerja tertentu dengan tetap memperhatikan kebijakan remunerasi yang berlaku.
Dampak Keuangan Proforma
Secara finansial, aksi korporasi ini diproyeksikan memberikan dampak minimal pada rasio keuangan bank. Berdasarkan proforma per 2025, total aset konsolidasi diperkirakan terkoreksi tipis dari Rp2.829.948 miliar menjadi Rp2.828.781 miliar. Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) diprediksi hanya mengalami penurunan sebesar 0,07 poin menjadi 20,36%. Manajemen juga menekankan bahwa pelaksanaan buyback akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar, serta memastikan likuiditas saham BMRI di bursa tetap terjaga dengan baik.(end)