BANK MANDIRI TASPEN FOKUS PERBESAR DANA MURAH DEMI TEKAN BIAYA DANA

  • Info Pasar & Berita
  • 06 Jul 2026

18624519

IQPlus, (6/7) - PT Bank Mandiri Taspen ( Bank Mantap) fokus memperbesar dana murah atau current account saving account (CASA) hingga ke kisaran 30 persen serta mengurangi ketergantungan pada deposito untuk menekan biaya dana (cost of fund/CoF).

"Pada prinsipnya, kalau kita membesarkan tabungan dan giro dengan bunga lebih sedikit saja lebih mahal dibandingkan dengan yang ada di pasar, tapi lebih murah dari kami punya deposito, saya yakin cost of fund-nya akan turun," kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan di Ubud, Bali, Sabtu.

Panji mengatakan bahwa selama hampir 11 tahun, Bank Mantap lebih mengandalkan deposito sebagai sumber pendanaan karena dinilai cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit pensiunan dan menghasilkan margin yang memadai. Purnabakti& Pensiun

Kondisi tersebut membuat penghimpunan giro dan tabungan belum menjadi fokus utama perseroan.

Namun, sejak sekitar tujuh bulan terakhir, perseroan mulai memperkuat penghimpunan giro dan tabungan.

Upaya tersebut didukung optimalisasi layanan digital seperti aplikasi Movin, transaksi QRIS, dan layanan Mantap Cash Management (MCM) untuk menarik lebih banyak dana murah. PembayaranSeluler & Dompet Digital

Menurut Panji, strategi tersebut sempat mendorong penurunan biaya dana hingga 4,02 persen, mendekati level di bawah 4 persen yang ia sebut sebagai rekor terendah dalam sejarah Bank Mantap.

Namun, kenaikan suku bunga pasar sejak Juni 2026 membuat biaya dana kembali meningkat.

"Cost of fund turun nyaris ke 4,02 persen. Tetapi begitu Juni, naik lagi suku bunga di pasar, tidak bisa kami di bawah 4 persen. Sebetulnya kalau kemarin tidak ada likuiditas ketat di market, kami optimis sekali," kata Panji.

Sementara itu, Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen Agus Syaiful Anwar menyebutkan rasio CASA perseroan selama ini berada di kisaran 20 persen hingga 23 persen.

"CASA kita itu dalam 11 tahun itu rasionya kurang lebih di kisaran 20 persen sampai 22-23 persen. Jadi, stagnan di angka itu. Nah, ini kita pengin dorong kalau bisa di 30-40 persen," kata Agus.

Untuk mencapai target peningkatan CASA, ia menjelaskan Bank Mantap menawarkan giro dengan suku bunga yang kompetitif, menggarap ekosistem perusahaan dan instansi melalui pendekatan value chain, serta mengembangkan fitur aplikasi Movin agar mampu menarik nasabah di luar segmen pensiunan.

Selain itu, perseroan juga menjajaki kerja sama dengan Pegadaian untuk layanan emas dan penyedia platform crowdfunding guna memperkaya layanan digital.

"Karena kalau mengandalkan pensiunan, memang ceruk market atau ceruk potensi CASA-nya segitu-segitu saja karena income-nya mereka dari gaji yang relatif tidak terlalu signifikan pertumbuhannya," kata Agus. (end)

Kembali ke Blog