04834037
IQPlus, (18/2) - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah melalui penguatan struktur keuangan yang solid guna menopang ekspansi bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Sepanjang 2025, penguatan tersebut menjadi pijakan penting dalam meningkatkan fungsi intermediasi secara sehat.
Langkah ini juga memastikan kontribusi perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kompetitif, serta berorientasi pada ekonomi kerakyatan.
Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif stabil, optimalisasi struktur keuangan tercermin dari penguatan neraca melalui peningkatan aset dan penyaluran kredit.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun. Pada periode yang sama, kredit yang disalurkan meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.
Peningkatan tersebut didukung strategi ekspansi yang konsisten diarahkan ke sektor-sektor produktif guna memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Sepanjang 2025, kredit UMKM tumbuh 4,88 persen YoY, mencerminkan komitmen memperluas akses pembiayaan berkelanjutan bagi masyarakat.
Peran ini turut menopang lebih dari 1,3 juta pelaku UMKM melalui penguatan ekosistem finansial terintegrasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan, pertumbuhan kredit yang solid dan konsisten mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan secara menyeluruh.
Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, serta kontribusi berkelanjutan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.
"Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga," ujar Riduan di Jakarta, Kamis (12/2). (end)