21329431
IQPlus, (1/8) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan dana murah (current account & saving account/CASA) sebesar 4,9 persen year on year (YoY) dari Rp20,7 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp21,7 triliun pada semester I-2024.
Pertumbuhan CASA tertinggi terjadi pada komponen giro yang meningkat 12,2 persen YoY dari Rp4,8 triliun pada 30 Juni 2023 menjadi Rp5,4 triliun pada 30 Juni 2024.
"Salah satu fokus bisnis kami sejak tahun lalu adalah akuisisi nasabah payroll, khususnya di segmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini yang menjadi penggerak utama pertumbuhan dana murah khususnya giro," kata Direktur Bank Muamalat Karno dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu.
Karno mengatakan bahwa pertumbuhan pada komponen giro menunjukkan kemampuan Bank Muamalat untuk menghimpun sumber dana yang berbiaya rendah. Dengan pertumbuhan tersebut, maka dana pihak ketiga (DPK) Bank Muamalat tercatat sebesar Rp43,8 triliun per 30 Juni 2024.
Bank Muamalat telah resmi ditunjuk sebagai Bank Penyalur Gaji (BPG) bagi ASN berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 50 tanggal 16 Juni 2023.
Dengan meluasnya bisnis payroll, kata Karno, diharapkan hal ini dapat menjadi dasar bagi produk lain seperti pembiayaan untuk ditawarkan kepada nasabah.
Pada sisi lain, Bank Muamalat juga terus memacu pertumbuhan dana murah dengan memaksimalkan produk Tabungan iB Hijrah dan Giro iB Hijrah. Selain itu, bank syariah ini juga terus berupaya untuk meningkatkan kontribusi dari layanan Cash Management System (CMS).
Hingga akhir Juni 2024, Bank Muamalat mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 1,9 persen YoY. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada pembiayaan berbagi hasil (musyarakah) yang tumbuh sebesar 16,5 persen YoY.
Dengan seluruh kinerja tersebut, pionir bank syariah di tanah air ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp9,1 miliar per 30 Juni 2024. (end/ant)