04628873
IQPlus, (16/2) - Usai pesta demokrasi dengan dampaknya terhadap situasi ekonomi, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR pada tahun 2024 menjadi Rp5,3 triliun.
"Ini dengan melihat indikator tingginya minat masyarakat untuk membeli rumah ataupun berinvestasi rumah," kata SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan dalam keterangan persnya di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, optimis target tersebut dapat tercapai mengingat kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar.
Di samping itu, kesenjangan kebutuhan hunian atau backlog juga masih cukup tinggi.
"Strategi bisnis kami tetap fokus pada segmen retail individual dimana KPR akan menjadi salah satu kontributor terbesar. Tahun ini kami targetkan bisnis KPR tumbuh dua digit dengan target booking naik tujuh kali lipat dibandingkan pencapaian tahun lalu," ujarnya.
Melanjutkan pertumbuhan di tahun 2023, lanjut dia, pada tahun ini Bank Muamalat akan menjalankan sejumlah strategi untuk menggenjot pertumbuhan bisnis KPR.
Salah satunya melalui program pricing khusus spesial hijrah fixed long tenor yang memberikan kepastian pembayaran angsuran selama tenor hingga 15 tahun.
Selain itu, ada program marjin berjenjang mulai setara 3,88 persen efektif untuk pembelian rumah baru dari pengembang rekanan Bank Muamalat dan take over dari bank lain. (end/ant)