02832782
IQPlus, (29/1) - Gubernur The Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) Eli Remolona menyatakan bank sentral Filipina masih bersikap hawkish dalam kebijakan moneternya dan melihat adanya ruang lebih lanjut untuk kenaikan suku bunga. Namun, kemungkinan penurunan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Bangko Sentral ng Pilipinas telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 450 basis poin sejak Mei 2022 untuk mengendalikan inflasi, termasuk kenaikan di luar siklus pada Oktober tahun lalu. Namun, tingkat suku bunga tetap stabil dalam dua pertemuan terakhirnya pada 2023.
Eli Remolona, berbicara pada acara resepsi dengan para bankir swasta, mengatakan penurunan suku bunga pada semester pertama akan terlalu dini. Dewan moneter yang menetapkan suku bunga bakal bertemu pada 15 Februari untuk meninjau suku bunga.
Perekonomian kemungkinan besar berkinerja lebih baik pada kuartal terakhir tahun lalu dibandingkan dengan kuartal ketiga, katanya, sebuah tren yang dapat memberikan lebih banyak ruang bagi BSP untuk menaikkan suku bunga.
"Jika pertumbuhannya kuat, itu memberi kita lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga," kata Remolona, kepada wartawan, dikutip dari The Business Times, Senin, 29 Januari 2024.
Inflasi umum pada bulan lalu kembali ke targetnya yaitu sebesar 3,9 persen, namun rata-rata inflasi pada 2023 berada pada angka 6,0 persen, jauh di atas target bank sentral sebesar 2-4 persen. Remolona mengatakan inflasi di Januari kemungkinan berada pada angka yang rendah karena adanya efek dasar (base effect).
Perkiraan inflasi terbaru BSP yang disesuaikan dengan risiko menunjukkan bahwa inflasi dapat mencapai 4,2 persen tahun ini, sedikit di atas kisaran targetnya. (end/ba)