28429533
IQPlus, (11/10) - Bank sentral Korea Selatan telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,25%, pemangkasan suku bunga pertama dari BOK sejak Federal Reserve mulai memperketat kebijakan moneternya pada Maret 2022.
Hal ini sejalan dengan jajak pendapat ekonom dari Reuters, yang memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga.
Langkah ini diambil setelah tingkat inflasi Korea Selatan menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga tahun, yakni 1,6% pada bulan September, jauh di bawah target BOK sebesar 2%.
Pada bulan Agustus 2021, BOK mulai menaikkan suku bunga, menambahkan 300 basis poin hanya dalam 16 bulan hingga mencapai level tertinggi dalam 15 tahun terakhir sebesar 3,5% pada bulan Januari 2023.
Saat itu, inflasi Korea Selatan berada pada level 2,6%, tetapi meningkat tajam hingga mencapai 6,3% pada bulan Juli 2022, level tertinggi dalam lebih dari 20 tahun.
Dalam laporan pada tanggal 4 Oktober sebelum keputusan tersebut, kepala ekonom Korea di Morgan Stanley, Kathleen Oh, menyebut tindakan tersebut "sudah lama ditunggu", seraya menunjukkan bahwa sudah 22 bulan sejak pergerakan suku bunga terakhir pada bulan Januari 2023.
Oh mencatat bahwa kondisi makro mendukung penurunan suku bunga, dengan latar belakang inflasi yang "menguntungkan". "Kami terus melihat tekanan inflasi yang rendah sejak Juli tahun ini, dan risiko kenaikan inflasi tampaknya telah memudar di tengah menguatnya USDKRW dan harga minyak global," menurut laporan tersebut.
Lebih jauh, permintaan perumahan, yang menurut Morgan Stanley merupakan faktor utama yang mencegah pemangkasan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter BOK, telah memudar, yang memungkinkan anggota BOK bersikap lebih dovish.
Oh memperkirakan bahwa setelah pemangkasan sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober, tiga pemangkasan berturut-turut akan menyusul secara triwulanan, yang pada akhirnya akan membawa suku bunga acuan BOK menjadi 2,5%. (end/CNBC)