05130128
IQPlus, (21/2) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus melakukan upaya optimalisasi cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memenuhi kebutuhan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di tengah dinamika harga beras.
"Upaya strategis Bapanas dalam menjaga stabilitas antara lain melalui kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP beras yang telah mencapai 264.808 ton dari target 1,2 juta ton," kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan bahwa perlunya meredam gejolak pasokan dan harga pangan apalagi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah.
Dia menuturkan bahwa upaya tersebut dilakukan Bapanas dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga, asosiasi pelaku usaha, hingga masyarakat.
Penyaluran beras komersial, kata Astawa, kepada para pelaku usaha penggilingan padi/gabah dengan target mencapai 250.000 ton.
Hal ini juga termasuk dengan penyaluran pasokan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta hingga mencapai 50.000 ton.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan ritel modern, Bapanas bersama Perum Bulog telah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memasok beras SPHP dan komersial dengan pembatasan pembelian maksimal dua kemasan per hari untuk menghindari risiko penyalahgunaan.
"Pembelian beras SPHP memang sengaja kami batasi karena ini diambil dari CBP yang mana kami juga telah menghitung konsumsi rumah tangga tidak akan melebihi dari 10 kilogram per bulan," ujarnya. (end/ant)