21927511
IQPlus, (7/8) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan bahwa penyusunan peta jalan dekarbonisasi nikel dibuat supaya hilirisasi komoditas tersebut tak berlangsung secara business as usual (rutinitas tanpa perubahan).
"Kita perlu ada semacam peta jalan supaya semuanya bisa memonitor dan juga nantinya tentunya kita mengukur progress-nya, supaya pengolahan atau hilirisasi nikel kita tidak seperti business as usual," kata Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati, di Hotel Ayanan Midplaza, Jakarta, Selasa.
Dekarbonisasi industri nikel dinilai berkontribusi besar dalam agenda pembangunan transformasi ekonomi sesuai visi Indonesia Emas 2045. Transformasi ekonomi juga ditargetkan menjadi strategi kunci di dalam dokumen perencanaan jangka menengah dan panjang untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah).
Adanya peta jalan dekarbonisasi industri ini disebut dapat semakin menyelaraskan ambisi ekonomi dengan pencapaian target pengurangan emisi sesuai dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris tahun 2015.
Upaya ini dapat ditempuh melalui penciptaan ekosistem industri nikel yang berkelanjutan, memperhatikan lingkungan dan beretika, seiring dengan misi menghasilkan nilai tambah tinggi dan mampu bersaing di pasar global.
"Dalam bertransisi untuk energi ini (nikel), tidak cuma Indonesia, tapi global, itu kita bicara tentang kebutuhan adanya baterai karena salah satunya melalui listrik yang semuanya membutuhkan baterai. Jadi, dengan potensi nikel yang cukup besar di Indonesia, tentunya kita ingin mengolah nikel secara berkelanjutan," ujar Vivi. (end/ant)